Raih 10 Kali WTP Berturut-turut, Pemkab Sintang Dapat Insentif DID Rp 10,66 Miliar

"Penggunanya itemnya ada, yang jadi kendala dana tersebut tidak bisa untuk infrastruktur, lebih banyak pada bantuan langsung tunai, pemulihan ekonomi,

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Humas DPRD Sintang
Wakil Bupati Sintang Melkianus menghadiri rapat paripurna di DPRD Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang, mendapatkan tambahan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 10,66 miliar dari Kementrian Keuangan. Tambahan dana ini diberikan atas penghargaan kinerja tahun anggaran 2022 yang mendapatkan pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut.

"Kita dapat dana DID sebesar 10,66 miliar, karena kita WTP 10 kali, diberikan dana insentif oleh Kementrian keuangan," kata Wakil Bupati Sintang, Melkianus, Selasa 27 September 2022 usai menghadiri paripurna di DPRD Sintang.

Menurut Melki, dana insentif tersebut sudah ada item peruntukannya, tidak bisa untuk infrastruktur.

"Penggunanya itemnya ada, yang jadi kendala dana tersebut tidak bisa untuk infrastruktur, lebih banyak pada bantuan langsung tunai, pemulihan ekonomi, dan Perlindungan sosial. Ini juga mau tidak mau harus mengikuti arahan dan aturan dari pusat. Jadi dana 10 miliar ini sudah ditentukan perutukannya tinggal nanti kita bagi porsi sesuai dengan kebutuhan di daerah. Tidak bisa diganggu gugat, penunjukan sesuai aturan," ujar Melki.

Wabup Sintang Apresiasi PT PLJ Serap Pekerja Lokal, Beri Dampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat

Dalam waktu dekat, Melki juga akan bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan kondisi terkoni inflasi di Kabupaten Sintang.

"Pak gubernur WA minta kita mempertahankan supaya tidak terjadi lagi inflasi tinggi. Kamis nanti kita akan ketemu dengan presiden terkait inflasi. Kita akan jelaskan bahwa sintang yang kemarin menyumbang inflasi 7,4 urutan ke 7, tapi dengan adanya kekompakan, kita sudah turunkan berkat kerjasama semua OPD," jelasnya.

Melki mengklaim inflasi di Kabupaten Sintang sudah turun berkat sejumlah kebijakan yang sudah diambil.

"Nampak sekali hasil pengendalian inflasi dan hari ini akan memanggil BPS untuk melihat sejauh mana perkembangan inflasi. Posisi sekarang kita sudah sangat menurun. Kita naik tinggi diwaktu banjir bulan November tahun lalu sehingga terjadi kenaikan harga. Kita harap inflasi tidak terlalu tinggi," kata Melki. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved