Lokal Populer

Jambore Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Membantu Penanganan Kasus Kekerasan di Kubu Raya

kegiatan ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu pencegahan kekerasan terhadap anak dan membantu penanganan kasus-kasus kekerasan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat hadir dalam Jambore Aktivis PATBM pada Senin 26 September 2022 di Hotel Dangau Kubu Raya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebanyak 17 desa Kubu Raya menghadiri kegiatan Jambore aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yang terselenggara di Hotel Dangau Kabupaten Kubu Raya pada hari Senin, 26 September 2022.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kubu Raya, Dyah Tut Wuri Handayani mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menjadi wadah.

"Hari ini kami melaksanakan Kegiatan Jambore PATBM se Kubu Raya, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) ini adalah wadah dari kelompok masyarakat yang bersama-sama kepung bakul dengan pemerintah untuk mencapai mencapai tujuan perlindungan anak," katanya.

"Saat ini yang diundang ada 17 desa yang memiliki kelompok PATBM dan Insyaallah perlindungan anak ini menjadi fokus oleh pemerintah daerah karena memang menjadi inisiasi dari bupati kubu raya memang beliau sudah mengusung musrembang tematik yaitu terkait dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan disabilitas," tambahnya.

Perekonomian Desa Nelayan Sepuk Laut Kubu Raya Nyaris Lumpuh Dampak BBM Mahal dan Langka

Ia juga menjelaskan kegiatan ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu pencegahan kekerasan terhadap anak dan membantu penanganan kasus-kasus kekerasan.

"Kegiatan dari PATBM ini mencakup dua utama kegiatan yaitu pencegahan kekerasan terhadap anak serta membantu penanganan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap anak, "katanya.

Dyah juga menambahkan kekerasan anak meningkatkan saat kondisi pandemi kemarin, dan dengan adanya wadah masyarakat ini akan mempermudah dalam melakukan pencegahan lewat sosialisasi.

"Memang saat ini kita lihat trennya itu nampaknya meningkat pada saat pandemi kemarin dan wadah masyarakat ini menjadi sebuah sistem untuk melakukan pencegahan sosialisasi kemudian pendampingan pelaporan termasuklah juga membantu penjangkauan dengan pendamping dari Bp3kb bersama unit pelaksana teknis daerah perlindungan perempuan dan anak, "katanya.

Pada kegiatan tersebut tampak hadir juga Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang mendukung pergerakan para penggiat yang di ikuti oleh 17 desa tersebut.

"Jadi ada 17 desa dan mereka ini lah penggiatnya yang ditunjuk dan dipercaya dan mudah-mudahan mereka bisa terus menggerakkan memantik inisiatif-inisiatif terutama mengembangkan forum anak desa itu, "katanya.

Muda juga berharap forum ini akan terus berkembang dan dapat membantu melakukan sosialisasi terhadap perempuan dan anak.

"Forum anak desa ini kan jangan sampai hanya berakhir disitu saja nanti anak-anaknya tidak mengembangkan diri, mereka kan anak-anak perlu diperkuat para mentor inilah yang terus membantu bahkan kerjasama dengan sekolah-sekolah, " katanya.

Muda juga mengatakan kegiatan ini tidak bisa dilakukan sendiri namun tetap perlu dukungan dari desa dan forum ini juga diharapkan mampu untuk meyakinkan kepada perempuan dan anak untuk memahami kondisi yang harus dilindungi.

"Tidak bisa misalnya sendiri mereka harus berusaha bagaimana meyakinkan untuk bisa mengisi juga materi dan bisa mengajak semua untuk memahami bagaimana kondisi-kondisi yang harus kita lindungi di desa," jelasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved