Lokal Populer

Krisis Daging Sapi Lokal, Pemerintah Sarankan Daging Sapi dan Kerbau Beku

Munsif mengakui minimnya ketersediaan daging sapi merupakan dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

TRIBUNPONTIANAK/TRI PANDITO WIBOWO
Satu di antara lapak pedagang daging sapi di Pasar Flamboyan Kota Pontianak, Rabu, 21 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Munsif mengatakan Kalbar belum pernah secara langsung memasukkan ternak (sapi) impor dari Luar Negeri karena kendala persyaratan instalasi karantina hewan yang belum memadai. 

"Tapi pemasukan daging beku impor cukup banyak baik asal india (daging kerbau), australia dan zew zealand (daging sapi) serta brazil meskipun pemasukannya via jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Munsif mengakui minimnya ketersediaan daging sapi merupakan dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Pasokan ternak ke Kalbar sampai akhir Agustus dilarang dengan alasan apapun. Namun via SE 06 Satgas PMK pusat, sudah diberikan ruang sedikit, yakni memasukkan hanya untuk dipotong langsung di RPH.

Ia mengatakan Kalbar sudah zero PMK atau tidak ada kasus aktif dan tidak ada kasus baru.

Tetapi untuk dinyatakan wilayah bebas, harus dibuktikan via hasil sirveilan sec reguler dengan hasil konsisten tidak ada kasus aktif atau kasus baru hingga 3 tahun lamanya.

Selain daging segar, masyarakat diakuinya masih punya banyak pilihan mendapat daging sapi segar atau daging kerbau beku yang sehat, higienis dan harga terjangkau. 

"Bisa beli dengan mudah di outlet ritel modern atau langsung ke distributor cold storage yang ada di Pontianak dan KKR.  Bisa juga belum kalau lagi ada bazar atau operasi pasar murah yang digelar oleh pemprov bekerjasama dengan pemkot/pemkab setempat masyarakat bisa dapat daging ayam, sapi, kerbau beku dengan harga yang cukup ekonomis," ujarnya.

Tegaskan Stok Aman

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan bahwa untuk saat ini stok daging sapi di pasar masih tersedia, dalam kondisi aman.

Dikatakannya, terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejauh ini sudah bisa teratasi, yang memang bisa berdampak pada minimnya ketersediaan daging sapi.

“Untuk PMK sudah teratasi , sehingga harga daging kemarin stabil. Kenaikan kenaikan ini masih bisa diatasi, dan ketersediaan daging sapi sampai saat ini aman,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan terkait stok sembako lainnya untuk menjaga agar harga tetap stabil telah dilakukan operasi pasar dibeberapa titik pasar di Kota Pontianak, maupun di daerah lain.

“Terkait stok sembako kita terus melakukan operasi pasar untuk harga yang naik,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 21 September 2022.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved