LDII Bersama Pejuang Mempawah Gelar Aksi Penamaan Pohon di Cagar Budaya Makam Opu Daeng Manambon

"Karen kita sadari bersama saat ini telah terjadi krisis iklim dan itu merupakan dampak dari kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu kita lakukan aksi pe

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW-LDII) Kalimantan Barat, bersama Perkumpulan Jurnalis Galaherang (Pejuang) Mempawah, melakukan aksi peduli lingkungan penanaman pohon untuk Bumi Indonesia di kawasan Cagar Budaya Makam Opu Daeng Manambon, Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin 19 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW-LDII) Kalimantan Barat, bersama Perkumpulan Jurnalis Galaherang (Pejuang) Mempawah, melakukan aksi peduli lingkungan penanaman pohon untuk Bumi Indonesia di kawasan Cagar Budaya Makam Opu Daeng Manambon, Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin 19 September 2022.

Tidak hanya dari LDII dan para jurnalis, penamaan pohon juga turut melibatkan kerabat keraton Amantubillah Mempawah, para Pelajar SMKN 1 Mempawah Timur, serta dari pemerintah Desa Pasir yang dihadiri Kepala Dusun Sebukit Rama.

Ada sebanyak 500 pohon yang ditanam di kawasan cagar budaya tersebut, terdiri dari Mahoni, Sepatu Dea, bunga sakura, dan jenis lainnya.

Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, menyebut, kegiatan yang dilaksanakan bersama Perkumpulan Jurnalis Galaherang Mempawah merupakan kegiatan dalam rangka mengkampanyekan peduli lingkungan.

"Karen kita sadari bersama saat ini telah terjadi krisis iklim dan itu merupakan dampak dari kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu kita lakukan aksi penanaman pohon ini sekaligus untuk penghijauan," terangnya.

Perhimpunan Keluarga Besar Mempawah Berikan Kontribusi Bagi Kabupaten Mempawah

Susanto juga bersyukur dpat terus melakukan kegiatan sosial yakni penamaan pohon, dan kali ini dapat bekerjasama dengan Perkumpulan Jurnalis Galaherang Mempawah.

"Alhamdulillah selain bekerjasama dengan Pejuang, kita juga didukung oleh kerabat keraton Amantubillah, selain itu juga dibantu oleh adik-adik dari SMKN 1 Mempawah Timur yang bersama-sama melakukan aksi penanaman pohon ini," terangnya.

Susanto berharap kegiatan peduli lingkungan tidak terhenti sampai disini saja, melainkan menjadi kegiatan yang berkelanjutan.

"Kami mengajak untuk terus membangun kesadaran lingkungan dengan melakukan hal-hal yang bisa memperbaiki salah satunya kita gemarkan menanam pohon itu sebagai budaya. Karena dengan budaya otomatis akan terpelihara, dan dampaknya bukan hari ini melainkan akan kita wariskan," terangnya.

Susanto menjelaskan, pemilihan lokasi di kawasan cagar budaya makam Opu Daeng Manambon sangat tepat, karena lokasi tersebut merupakan lokasi wisata religi yang sering dikunjungi masyarakat.

"Cagar Budaya Makam Opu Daeng Manambon adalah salah satu ikon yang bisa menjadikan barometer perbaikan lingkungan di Kabupaten Mempawah," katanya.

Susanto mengatakan, untuk saat ini ada 500 bibit yang ditanam, namun dirinya berharap kawasan Cagar Budaya Makam Opu Daeng Manambon terus bisa ditanami pohon sehingga terjaga dan lebih indah.

"Hari ini kita tanam 500 bibit, insyaallah program ini akan berkelanjutan. Dan tanaman yang kita tanam juga tanaman keras yang bisa membantu memproduksi oksigen. Sehingga kalau kawasan cagar budaya ini terus ditanami otomatis nanti masyarakat Desa Pasir maupun Mempawah pada umumnya akan menerima dampak positifnya," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved