Tekan Inflasi, Pemkab Sintang Wajibkan ASN Tanam Cabai

Kebijakan ini merupakan satu dari 10 langkah Pemkab Sintang untuk menangani tingginya inflasi tahunan yang mencapai 7,4 persen.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Foto Prokopim Setda Sintang
Wakil Bupati Sintang, Melkianus meninjau operasi pasar bahan pangan di pasar masuka. Pemerintah Kabupaten Sintang menerbitkan surat edaran untuk seluruh Aparatur Sipil Negara di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan untuk menanam minimal 10 polibag cabai di lingkungan masing-masing. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang menerbitkan surat edaran untuk seluruh Aparatur Sipil Negara di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan untuk menanam minimal 10 polibag cabai di lingkungan masing-masing.

Kebijakan ini dilakukan untuk pengendalian inflasi jangka panjang.

"Kami sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk ASN, karena kami mau mulai dari jajaran Pemkab Sintang dulu, agar Kepala OPD dan ASN bisa menanam cabe, satu rumah wajib menanam 10 polybag cabe, untuk ASN ini wajib, nanti di foto untuk bukti sudah melaksanakan edaran kami," kata Wakil Bupati Sintang, Melkianus, Jumat 16 September 2022.

Kebijakan ini merupakan satu dari 10 langkah Pemkab Sintang untuk menangani tingginya inflasi tahunan yang mencapai 7,4 persen.

BPBD Kalbar Distribusikan Bantuan ke Daerah Terdampak Banjir dan Puting Beliung di Kabupaten Sintang

Dari 10 langkah tersebut, ada satu langkah yang bisa dibantu oleh Aparatur sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang dan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang, yakni menjaga stok komoditas dan memanfaatkan pekarangan rumah.

"Kami imbau agar ASN dan masyarakat Kabupaten Sintang bisa memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam cabe dan komoditas sayur-sayuran yang lainnya untuk menjaga stok komoditas agar selalu tersedia dan harganya tidak melambung tinggi di pasar," kata Melki.

Selain itu, Melki juga mengimbau agar masyarakat melakukan penghematan konsumsi ditengah kenaikan harga BBM.

"Situasi hari ini kenaikan BBM dan sebagaianya tentu sangat berpengaruh bagi kita. Oleh sebab itu kita meminta masyarakat yang pertama, melakukan penghemtan konsumsi, kemudian melakukan gerakan menanam komoditas yang dapat dilakukan secara manidir. Lalu memanfatatkan bantuan sosial pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok. Serta penghematan energi di setiap keluarga. Contoh penggunaan listrik harus dimanfaatkan dengan baik," pesan Melkianus. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved