Aster Kolonel Ruddy Minta Babinsa Berikan Respon Cepat Jika Ada Laporan Kasus Stunting 

Pengukuhan ditandai dengan pemasangan selempang yang bertuliskan Bapak Asuh Stunting kepada para Dandim oleh Wakil Gubernur Kalbar.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Komandan Kodim 1202 Singkawang Letkol Kav Nyoman saat di kukuhkan Wagub Kalbar H Ria Norsan sebagai Bapak Asuh Stunting kota Singkawang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG -  Asisten Teritorial (Aster) Kasdam XII/Tanjungpura Kol Inf Ruddy Trenggono meminta kepada seluruh Babinsa jajaran Kodam XII Tanjungpura di Kalbar untuk segera merespon jika laporan temuan kasus Stunting.

Hal ini di sampaikannya, saat menghadiri acara pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting di Balairung Kantor Walikota Singkawang, pada Rabu 7 September 2022.

Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting dikukuhkan oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, H Ria Norsan yang juga selaku Ketua TPPS Prov. Kalbar mengukuhkan para Babinsa se-Kalbar menjadi Bapak Asuh Anak Stunting. 

Pengukuhan ditandai dengan pemasangan selempang yang bertuliskan Bapak Asuh Stunting kepada para Dandim oleh Wakil Gubernur Kalbar.

Sekda Kalbar Sebut Akan Usulkan Penjabat Pj Wali Kota Singkawang ke Mendagri

Aster Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Ruddy Trenggono dalam sambutannya mengatakan, dengan di kukuhkannya Bapak Asuh Anak Stunting diambil dari para Babinsa-babinsa diharapkan bisa membantu pemerintah dalam penurunan stunting.

"Membantu penurunan angka stunting baik melalui memberikan respon dengan pembinaan, memberikaj penyuluhan dan menerima laporan jika ditemukan warga desa binaannya yang menggalami stunting," kata Kolonel Rudfy

Lanjutnya, dengan di libatkannys para Babinsa, Karena Babinsa berada di  daerah-daerah ditingkat desa melalui Babinsa, diharapkan dari desa ini bisa muncul pembinaan - pembinaan dan penyuluhan - penyuluhan serta laporan jika menemukan warga disekitarnya mengalami stunting.

Sedangkan Wakil Gubernur Kalbar H Ria  Norsan mengatakan, bahwa stunting adalah salah satu masalah kesehatan, dan Kalimantan Barat salah satu Provinsi dengan angka stunting yang cukup tinggi.

"Pencegahan dan penangananya tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, harus melibatkan semua pihaknya," kata Mantan Bupati Mempawah ini

"Ini merupakan tugas kita bersama, jadi bagaimana kita harus mampu bersinergi dan melibatkan seperti PKK, TNI, Polri, ikatan Bidan serta stakeholder lainnya.  Insya Allah kalau kita bisa bekerja sama, maka penurunan angka stunting ini akan segera terwujud," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved