Profil

Kiprah Politik Suharso Monoarfa Ketum PPP yang Diberhentikan, Pernah Jabat 2 Posisi Menteri

Pemberhentian Suharso Monoarfa dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan PPP, Usman M Tokan.

Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa memberikan keterangan ke awak media usai bertemu dengan Presiden Jokowi soal pemanggilan posisi menteri. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut kiprah karier politik Suharso Monoarfa, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sosok Suharso Monoarfa resmi diberhentikan dari jabatan Ketum PPP.

Pemberhentian Suharso Monoarfa dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan PPP, Usman M Tokan.

“Ya betul (telah dicopot),” ucap Usman dikutip dari Kompas.com, Senin 5 September 2022.

Terkait pemberhentiannya itu, belum ada keterangan lebih lanjut dari Suharso Monoarfa.

Profil Siapa Effendi Simbolon, Sosok yang Sentil Panglima TNI Soal Ketidakharmonisan dengan KSAD

Selama berkarier di politik, Suharso Monoarfa pernah menjabat di sejumlah jabatan strategis di kabinet Indonesia Maju Presiden Jokowi.

Ia adalah politikus dan pengusaha kaya raya kelahiran 31 Oktober 1954 asal Mataram, NTB.

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional di Indonesia.

Suharso Monoarfa diangkat ke posisi itu oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019.

Tak hanya diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Antara 2004 hingga 2009, ia pernah menjadi anggota DPR RI.

Sepak Terjang Jenderal Dudung Abdurachman, KSAD yang Diterpa Isu Tak Harmonis dengan Panglima TNI

Pada Oktober 2019 hingga Oktober 2011, Suharso Monoarfa menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Namun, ia mengundurkan diri dari jabatannya itu lantaran alasan pribadi.

Pada 19 Januari 2015, ia dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Kiprah partainya dimulai pada Maret 2019 kala ia menjabat sebagai ketua PPP setelah penangkapan Muhammad Romahurmuziy.

Pada 2021, ia menjabat salah satu Wakil Ketua Badan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, bersama dengan Sri Mulyani usai Perpres Nomor 78 Tahun 2021 berlaku.

 (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved