Kabupaten Landak Belum Terima Data Penerima BLT BBM dari Kementerian Sosial 

Kabid Dinas Sosial Kabupaten Landak Sri Wahyuni menerangkan, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dari Kementerian untuk saat ini datanya

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
BLT BBM Kemensos 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kabid Dinas Sosial Kabupaten Landak Sri Wahyuni menerangkan, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dari Kementerian untuk saat ini datanya belum dikirim dari pihak Kantor Pos.

Ia pun mengakui, mengetahui informasi BLT BBM juga dari pemberitaan yang ada. "Menurut informasi dari Kementrian melalui media kan lewat Pos, tapi untuk di Kabupaten Landak khususnya Ngabang belum ada informasi dari Pos ke kami tentang data itu," ujar Sri Wahyuni kepada Tribun pada Senin 5 September 2022.

Karena untuk di Landak, Kantor Pos atasannya ada di Pos Pontianak.

"Jadi data itu dari Kementrian langsung ke Pos, baru ke kami. Tapi sampai sekarang belum ada data dari mereka," katanya.

Insiden Tongkang Tabrak Jembatan Landak,Pihak Berwajib Segera Lakukan Pemeriksaan

Karena biasanya menurut Sri, dari Kementrian datanya mengirim ke Kantor Pos. Sehingga pihaknya hanya sekadar mengetahui dan tidak punya kewenangan apa-apa.

Seperti pada bantuan sebelum-sebelumnya yakni minyak goreng dan lain-lain itu juga semua lewat Kantor Pos.

"Kalau yang lewat Bank ya langsung ke Bank, kalau yang lewat Pos ya langsung ke Pos. Kita hanya minta data ke Bank, kita minta data ke Pos untuk mengetahui," bebernya.

Hal tersebut kata Sri, sudah berlangsung sejak tahun ini pada tahun 2022. Dimana Kementrian langsung memberikan kepada yang menyalurkan.

"Jadi kita hanya dapat komplennya jak dari masyarakat, misalnya kok kami tidak dapat," ungkapnya.

Kemudian untuk penentuan masyarakat yang berhak menerima, itu dari data DTKS.

"Jadi siapa-siapa yang dapat kami tidak tau, dan memang tidak ada usulan dari kami," jelas Sri.

Kemudian jika pun sudah ada datanya nanti, maka dari Pos itu langsung mengirim ke tiap-tiap Kepala Desa. 

"Jadi Pos itu nanti yang kasi nama-nama penerima bantuan kepada para Kepala Desa. Baru Kepala Desa yang menyampaikan kepada masyarakatnya untuk mengambil kemana. Kita di Dinas hanya sekedar melihat jak," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved