Doa Katolik
Renungan Katolik Jumat 2 September 2022 Hari Minggu Biasa XXII Lengkap Bacaan Injil
Bacaan 1 diambil dari Korintus 4:1-5 dan bacaan injil diambil dari Lukas 5:33-39. Sementara mazmur tanggapan 37:3-4,5-6,27-28,39-40.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bacaan Renungan Katolik Jumat 2 September 2022 Hari Minggu Biasa XXII.
Lihat bacaan 1, bacaan injil dan mazmur tanggapan renungan harian katolik Jumat 2 September 2022.
Bacaan 1 diambil dari Korintus 4:1-5 dan bacaan injil diambil dari Lukas 5:33-39.
Sementara mazmur tanggapan 37:3-4,5-6,27-28,39-40 dan bait pengantar injil: Alleluya.
• Bacaan Injil Renungan Katolik 1 September 2022 Hari Minggu Biasa XXII Lengkap Mazmur Tanggapan
Bacaan Pertama: Korintus 4:1-5
Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati.
Saudara-saudara, hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia.
Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.
Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan.
Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang.
Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati.
Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhandan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
3. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab Tuhan mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya.
Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
4. Orang-orang benar diselamatkan oleh Tuhan; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.
Bait Pengantar Injil: Yohanes 8:12
Ref. Alleluya, alleluya.
Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.
Bacaan Injil: Lukas 5:33-39
Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa.
Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang.
Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."
Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka?
Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa."
Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, "Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju yang tua.
Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak.
Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua.
Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua.
Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur.
Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua lebih baik'."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
• Renungan Harian Kristen Protestan Jumat 2 September 2022 Bacaan Ayat Alkitab Yohanes 7:38
Renungan Katolik
Persoalan terkait berpuasa atau tidak sering kali menjadi perdebatan yang tak ada akhirnya, seperti debat kusir.
Kita terjebak dalam "keharusan untuk berpuasa", namun lupa akan "mengapa berpuasa".
Berpuasa pada dasarnya adalah sebuah tindakan konkret untuk mendekatkan diri pada Allah melalui aksi mati raga, menanggalkan pelbagai "keinginan daging".
Tujuannya adalah untuk mendekatkan diri pada Allah.
Sayangnya, keterjebakan kita dalam "keharusan berpuasa" itulah yang kerap kali menggoda untuk memfokuskan perhatian pada tindak puasanya dan bukan pada kedekatan hati dengan Allah.
Akibatnya, kegagalan dalam berpuasa kerap kali membawa pada rasa bersalah yang sangat besar dalam hati kita.
Injil hari ini mengundang kita untuk melihat dan merenungkan kembali makna berpuasa, yakni: kedekatan hati dengan Allah sebagaimana Allah "Sang Mempelai" sedang bersama-sama dengan teman-teman serta tamu undangannya.
Bahwasanya, kita berpuasa atau bermati raga mesti sampai pengalaman berjumpa dengan Allah atau sampai pada keyakinan yang teguh bahwa kita dirangkul dan diberkati oleh Allah dalam hidup ini.
Ya Allah, semoga melalui pelbagai tindakan dan bentuk puasa yang kami usahakan, senantiasa membawa dan menyadarkan kami untuk senantiasa dekat dengan-Mu. Amin.
Sumber: adiutami.com
(*)
[Update informasi seputar Katolik]
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News