Tim BPJN Kalbar Akan Turun ke Lapangan untuk Selesaikan Persoalan Jalan Cadika Sintang
"Orang saya akan bersama sama PUPR sintang mengukur lapangan. Dan PUPR sintang. Sedang (kami) siapkan peta catchment area," kata Hutagaol
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Barat (BPJN Kalbar) Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR, Herland Hutagaol mengatakan pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan meninjau genangan air akibat drainase tersumbat Jalan Cadika di Sintang.
Peninjauan dan pengukuran lapangan untuk melihat langsung permasalahan air dan genangan di Jalan Cadika Sintang yang dikeluhkan warga hingga sampai ke Gubernur Kalbar, Sutarmidji.
"Orang saya akan bersama sama PUPR sintang mengukur lapangan. Dan PUPR sintang. Sedang (kami) siapkan peta catchment area," kata Hutagaol kepada Tribunpontianak, Jumat 26 Agustus 2022.
Saat meninjau lapangan bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji Kamis kemarin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Murjani menyebut untuk mengatasi persoalan genangan air di Jalan Cadika diperlukan perbaikan drainase.
Namun, yang paling penting kata dia, pembangunan gorong-gorong box culvert memotong jalan status nasional (jalan YC Oevang Oeray). Jalan tersebut, wewenang PUPR pusat atau balai pelaksana jalan nasional kalbar.
Murjani menyebut sudah berkomunikasi dan menyampaikan usulan dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalbar soal pembangunan gorong-gorong box culvert memotong jalan nasonal. Normalisasi drainase jalan cadika merupakan satu kesatuan sistem dengan gorong-gorong box culvert yang memotong jalan nasional wewenang pupr pusat atau BPJN.
"Kadis PU Sintang harus buat surat . Ada mekanisme. Kadis PU belum melayangkan surat. Dan harus sama sama, kan. Ini masalah air genangan . Yang punya data ya, Kadis PUPR Sintang. Jadi nggak bisa ambil kesimpulan motong jalan Nasional. Ada hitungan taknisnya. Kami harus lihat peta catchment area, mana daerah randah, mana daerah tinggi," tegas Hutagaol. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News