Kronologi Kecelakaan Truk vs Grandmax Sebabkan 3 Pelajar SMP di Landak Meninggal Dunia
Sementara itu Kapolsek Sengah Temila Iptu Yulius Kartono menambahkan, kendaraan mobil truck KB 9451 EA berjalan dari arah Pontianak menuju Ngabang.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Masyarakat Kabupaten Landak berduka atas peristiwa kecelakaan lalu lintas di Dusun Runut, Desa Tonang, Kecamatan Sengah Temila, yang mengakibatkan tiga orang pelajar tingkat SMP meninggal dunia pada Kamis 25 Agustus 2022 siang.
Kejadian kecelakaan melibatkan mobil truck KB 9451 EA dengan kendaraan mobil pick up grand max KB 8301 AP yang membawa anak-anak pulang sekolah, serta dengan kendaraan mobil grand max KB 8395 BB.
Kapolres Landak AKBP Stevy Frits Pattiasina SIK SH MH melalui Kasat Lantas Iptu Teguh Supriyadi menerangkan dan membenarkan bahwa akibat dari kejadian kecelakaan tersebut tiga orang meninggal dunia.
"Dua meninggal di tempat, dan satu meninggal di rumah sakit. ketiganya adalah pelajar SMP yang awalnya berada di mobil pickup grandmax KB 8301 AP," ujar Kasat Lantas pada Jumat 26 Agustus 2022.
• BREAKING NEWS - Mobil Pikap Bawa Anak Sekolah Tabrakan dengan Truk, 2 Siswa Meninggal di Tempat
Kemudian untuk luka berat ada 3 orang dan luka ringan ada 5 orang, yang masih di rawat di Rumah Sakit Landak. Selain itu, pasca kejadian pada malam harinya barang bukti sudah dibawa ke Polres Landak.
"Semalam langsung kita bawa baik mobil truk dan pickupnya, dan untuk supirnya juga sudah kita amankan di Polres. Hari ini kita juga kembali ke TKP bersama jasa raharja untuk melihat lokasinya," kata Iptu Teguh Supriyadi.
Atas kejadian tersebut Kasat juga menyampaikan ibarat buah simalakama. Karena disatu sisi mobil pickup tidak layak untuk mobil penumpang, tapi di sisi lain anak-anak sekolah akan kesulitan mencari transportasi dari kampung ke sekolah.
"Ini menjadi masalah untuk kita semua, dan harus kita pikirkan ke depannya. Selain itu harapan kami, untuk ke depannya bagi masyarakat yang menggunakan kendaraannya untuk menjadi mobil angkutan, mohon untuk tidak mengangkut berlebihan," harap Kasat.
Sementara itu Kapolsek Sengah Temila Iptu Yulius Kartono menambahkan, kendaraan mobil truck KB 9451 EA berjalan dari arah Pontianak menuju Ngabang.
Sesampai di TKP kondisi jalan lurus setelah menikung ke kanan, secara tiba-tiba kendaraan mobil truck KB 9451 EA berjalan mengarah ke sebelah kanan sehingga menabrak kendaraan mobil grand max KB 8301 AP yang yang datang dari arah berlawanan di jalur jalan sebelah kanan dari Pontianak menuju Ngabang.
Kendaraan mobil grand max KB 8301 AP tersebut membawa muatan anak sekolah. "Meninggal ada 3 orang, luka-luka ada 30 orang. Ada yang dirawat di Puskesmas Senakin, Rumah Sakit Landak, Rumah Sakit Antonius Pontianak," ungkap Kapolsek.
Sopir truk dan pick up juga sudah diperiksa oleh pihak kepolisian.
"Sopir dan (endaraan sudah kita amankan serta dibawa ke Polres, kemudian dilakukan penyidikan. "Kami menyatakan turut berduka cita, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.
Selain itu Ipda Yulius Kartono juga menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalulintas. "Keselamatan nomor satu, jangan remehkan berkendaraan di jalan raya, sayangi nyawa anda karena keluarga menunggu di rumah," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News