Liga Champions
Aturan Gol Kandang dan Tandang di Liga Champions 2022/2023
Dalam perjalanannya, UEFA menggunakan sistem gol kandang dan tandang dalam setiap laga khususnya babak play off.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Liga Champions 2022/2023 bakal segera bergulir.
Drawing kompetisi elit UEFA ini pun telah dilaksanakan.
Dalam perjalanannya, UEFA menggunakan sistem gol kandang dan tandang dalam setiap laga khususnya babak play off.
Namun belakang aturan gol kandang dan tandang itu telah dihapus.
Dan tentunya regulasi penghapusan gol kandang dan tandang juga masih diterapkan pada ajang Liga Champions 2022/2023.
Diketahui, UEFA mengumumkan bahwa mereka menghapus aturan gol tandang untuk semua kompetisi di bawah naungannya mulai musim 2021-2022.
• Liga Champions 2022/2023, Barcelona Merana Bertemu Bayern Munich! Lewandowski Saksi Hidup Skor 2-8
Dengan keputusan yang diambil UEFA tersebut, aturan gol tandang tidak akan berlaku lagi untuk kompetisi Liga Champions, Liga Eropa, dan Liga Konferensi.
Itu merupakan sebuah langkah bersejarah lantaran regulasi soal gol tandang sudah diperkenalkan sejak 1965.
"Aturan gol tandang telah menjadi bagian intrinsik dari kompetisi UEFA sejak diperkenalkan pada 1965.
Namun, pertanyaan tentang penghapusannya telah diperdebatkan di berbagai pertemuan UEFA selama beberapa tahun terakhir," kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin, seperti dilansir dari Squawka News dua tahun lalu.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan bahwa alasan utama kenapa aturan gol tandang di kompetisi Eropa dihapuskan adalah pertimbangan keadilan.
Menurut Presiden UEFA Aleksander Ceferin, aturan gol tandang membuat tim tuan rumah takut bermain menyerang khususnya pada leg pertama karena mereka takut kebobolan.
• Waktu Drawing Liga Eropa Hari Ini Jumat 26 Agustus 2022, Manchester United-Lazio-Braga Tak Segrup
• Daftar 32 Tim Peserta Liga Konferensi 2022/2023 Lengkap Pembagian 4 Pot! Fiorentina Bukan Unggulan

"Dampak dari aturan tersebut sekarang bertentangan dengan tujuan awalnya, karena pada kenyataannya aturan itu menghalangi tim tuan rumah (khususnya di leg pertama) untuk menyerang karena mereka takut kebobolan yang akan memberikan lawan keuntungan penting."
"Ada juga kritik atas ketidakadilan, terutama dalam perpanjangan waktu, yang mewajibkan tim tuan rumah mencetak dua gol ketika tim tamu telah mencetak gol."
"Adalah adil untuk mengatakan bahwa keuntungan tuan rumah saat ini tidak lagi sepenting dulu," tutur Presiden UEFA Aleksander Ceferin.