Pola Hidup Sehat
Penjelasan Dokter Tentang GERD, Apakah Bisa Sembuh Secara Total?
Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Nyeri ulu hati atau nyeri dada karena serangan jantung biasanya dirasakan sangat berat, menjalar hingga ke lengan, leher, atau rahang, dan biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik.
Sedangkan nyeri ulu hati karena gejala GERD umumnya disertai adanya rasa asam pada mulut, tidak diperparah oleh aktivitas fisik, tidak menyebar hingga ke lengan atau leher, dan dirasakan semakin berat saat berbaring.
Sebenarnya, setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, terutama setelah makan dalam jumlah yang banyak, makan pada larut malam, atau mengonsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung.
Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.
• Ibu Hamil Berpotensi Terkena GERD, Waspadai Air Liur Berlebih Jadi Tanda Gejala Gerd Kronis
dr. Wirawan Hambali, Sp.PD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS Pondok Indah – Puri Indah. Menjelaskan paparannya terkait GERD, apakah bisa sembuh secara total?
Pertama, harus dipahami bahwa komponen terpenting dalam penanganan gangguan GERD adalah perencanaan makan.
Menjadwalkan makan secara teratur, serta menghindari jenis makanan yang merangsang lambung, seperti makanan pedas, asam, berlemak dan berminyak, merupakan komponen paling penting dan mendasar dalam penanganan GERD.
Kendali terhadap pencetus stres fisik dan psikis yang berlebihan juga merupakan salah satu bagian manajemen GERD yang diperlukan. Hal-hal tersebut perlu dijalankan dengan penuh disiplin ya, Pak.
Kedua, kondisi GERD yang tidak membaik dengan pengaturan makan dan pengobatan yang adekuat, membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk merancang pengobatan yang lebih terarah dan spesifik.
• Tanpa Obat, 7 Cara Menghilangkan Nyeri GERD
Keberadaan kuman di lambung (Helicobacter pylori), batu empedu, penyakit hati dan pankreas, sering disertai dengan gejala yang serupa dengan GERD. Namun, kondisi ini membutuhkan penanganan yang berbeda dari pengobatan GERD pada umumnya.
Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang spesifik yang terarah, seperti misalnya pemeriksaan endoskopi pada saluran cerna sangat diperlukan untuk penanganan GERD yang mumpuni. (*)
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Stres-menjadi-penyebab-munculnya-asam-lambung-atau-gerd.jpg)