Realisasi BBM Bersubsidi di Kalbar Over dari Kuota, Timbulkan Pembengkakan APBN

"Artinya hingga akhir Agustus dipastikan kondisi penyaluran Solar Subsidi akan over/lebih dibanding dengan kuota berjalan bulan Agustus,"ungkapnya.

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Dok. Pertamina
Pegawai SPBU - Ramai Harga Pertalite Naik Rp 10 Ribu Per Liter dan Penjelasan Resmi dari Pertamina. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan, Susanto August Satria menyampaikan bahwa realisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak Bersubsidi di Kalimantan Barat hingga saat ini sudah melebihi dari kuota.

"sudah over realisasinya, Over dari kuota berjalan,"ujarnya, Selasa 23 Agustus 2022.

Satria mengungkap, Realisasi Solar subsidi hingga 14 Agustus 2022 adalah 214.505 KL, sedangkan kuota berjalan solar subsidi bulan Agustus adalah 223.332 KL.

"Artinya hingga akhir Agustus dipastikan kondisi penyaluran Solar Subsidi akan over/lebih dibanding dengan kuota berjalan bulan Agustus,"ungkapnya.

Realisasi Investasi Semester I Tahun 2022 Capai Rp 10,34 Triliun

Kemudian, Realisasi Pertalite hingga 14 Agustus 2022 adalah 430.020 KL, sedangkan kuota berjalan Pertalite bulan Agustus adalah 373.524 KL.

"Hal ini berarti hingga 14 Agustus kondisi penyaluran Solar Subsidi sudah over/lebih dibanding dengan kuota berjalan bulan Agustus,"jelasnya.

Dengan over realisasi BBM Bersubsidi ini, ia menerangkan maka terjadi pembengkakan pada APBN.

"Oleh karenanya gunakan BBM Subsidi ini dengan bijak, jangan menimbun apalagi menjualnya kembali karena itu merupakan tindak pidana, Bagi pelaku industri tambang dan perkebunan belilah Solar Non Subsidi.Kendaraan mewah apalagi mobil baru gunakanlah BBM Non Subsidi, Mari jaga BBM Subsidi bagi yang berhak,"pesannya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved