Kejuaraan Dunia BWF
Prestasi Tai Tzu Ying Tunggal Putri Badminton China Taipei di Kejuaraan Dunia BWF 2022
Tai Tzu Ying mengukir sejarah Badminton China Taipei sebagai pemenang termuda gelar kompetisi nasional Taiwan atau China Taipei 2011.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pebulutangkis tunggal putri Badminton China Taipei Tai Tzu Ying mengawali Kejuaraan Dunia BWF 2022 dengan keuntungan bye.
Keuntungan bye ini membuat Tai Tzu Ying otomatis lolos babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2022.
BWF World Championships 2022 atau Kejuaraan Dunia BWF dijadwalkan berlangsung di Tokyo, Jepang, 22 hingga 28 Agustus 2022.
Tai Tzu Ying kini meraih BWF World Ranking peringkat 2 dengan 110.845 poin.
Sejumlah prestasi telah diraih Tai Tzu Ying.
Tai Tzu Ying mengukir sejarah Badminton China Taipei sebagai pemenang termuda gelar kompetisi nasional Taiwan atau China Taipei 2011.
Saat itu Tai Tzu Ying berusia 16 tahun 6 bulan.
• Prestasi Akane Yamaguchi Tunggal Putri Badminton Jepang di Kejuaraan Dunia BWF 2022
Tai Tzu Ying memenangkan gelar internasional pertamanya dalam AS Terbuka tahun 2011 pada usia 17 tahun.
Tai Tzu Ying juga memenangkan gelar Superseries Final 2014 di Dubai, dan gelar Superseries Premier di Indonesia Terbuka tahun 2016.
Pada tahun 2009, Tai Tzu Ying yang berusia 15, mulai berpartisipasi di pertandingan internasional.
Tai Tzu Ying menempati posisi kedua di kompetisi internasional pertama Vietnam Terbuka.
Lalu pada bulan Juli 2009, Tai Tzu Ying mewakili Kota Kaohsiung untuk mengikuti National Games dan melaju hingga babak perempat final.
Selanjutnya pada bulan Desember, Tai Tzu Ying berkompetisi di East Asian Games mewakili China Taipei dan memenangkan satu medali perak dan satu medali perunggu.
Pada tahun 2012, Tai Tzu Ying memenangkan gelar Super Series pertamanya di Jepang Terbuka dan membuat sejarah sebagai pemain termuda yang memenangkan gelar Super Series.
Tai Tzu Ying memenangkan kejuaraan Taiwan Terbuka tahun 2012 dengan mengalahkan Lindaweni Fanetri di babak final.