Atlet Para Tenis Meja Asal Ketapang Sumbangkan Emas di ASEAN Para Games 2022

Mewakili Indonesia, gadis kelahiran Ketapang 5 Juli 2002 ini meraih emas pada nomor beregu dan medali perunggu pada nomor perorangan TT 10.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Atlet tenis meja asal Ketapang, Kalimantan Barat Cici Juliani (20) sabet emas dan perunggu di ajang ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Altel para tenis meja, Cici Juliani (20) berhasil menorehkan prestasi di ajang ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. 

Cici merupakan atlet disabilitas asal Kabupaten Ketapang, Kalimantan yang berhasil menyumbangkan emas dan perunggu pada ajang yang diikuti 11 negara tersebut.

Mewakili Indonesia, gadis kelahiran Ketapang 5 Juli 2002 ini meraih emas pada nomor beregu dan medali perunggu pada nomor perorangan TT 10.

Saat dikonfirmasi, Ketua NPC Indonesia Cabang Ketapang, Andi Yusandi bersyukur atas capaian anak asuhnya tersebut. 

Setelah Sukses Gelar Ceramah Kebangsaan, Sekda Ketapang Harap Jadi Agenda Rutin Tahunan

"Ini membuktikan atlet-atlet Ketapang mampu bersaing di kancah nasional, bahkan internasional. Cici juga berhasil menjadi juara III pada Internasional Youth Para Games di Bahrain," jelasnya, Kamis 4 Agustus 2022.

Andi menjelaskan, usai kejuaraan Para Games Solo ini, Cici akan diproyeksikan untuk dapat mengikuti olimpiade. 

"Kami sedang berjuang mencarikan sponsor agar Cici lebih banyak mengumpulkan poin dari banyak kejuaraan. Mudah-mudahan akan ada bapak angkat yang bersedia," harapnya.

Sementara itu, kakak Cici, Mutia, mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan adiknya. 

"Dia memang hobi olahraga.Ketika duduk di bangku kelas 5 SD, dia gemar bermain bulutangkis, bahkan pernah mengikuti perlombaan di sekolah," kata Mutia.

Cici yang menggemari olahraga, akhirnya benar-benar menekuni tenis meja saat duduk di bangku kelas 2 SMP.  Saat itu ia mengikuti O2SN tingkat kabupaten mewakili sekolahnya, yakni SMPN 6 Ketapang. 

Saat mengikuti perlombaan itu, Cici berkompetisi dengan peserta yang memiliki fisik normal.

"Ketika kelas 3 SMP, dia menjadi juara O2SN. Saat itulah, Bang Andi, melihat Cici ini dianggap memiliki bakat. Potensinya bagus. Dari situlah kemudian dia dilatih selama enam bulan dan diikutsertakan mengikuti perlombaan tenis meja khusus difabel di Bandung, Jawa Barat. Pada turnamen ini, Cici mendapatkan juara III," lanjutnya.

Saat di Bandung, lanjut Mutia, Cici bertemu dengan seseorang dan mengajak bergabung ke sekolah khusus difabel. Cici pun mau dan melanjutkan pendidikannya di SMAN 8 Surakarta. Selain itu, Cici juga bernaung di Sekolah Khusus Olahraga Difabel (SKOD).

Sejak bergabung di SKOD, Cici beberapa kali mengikuti kejuaraan internasional. Di antaranya di Thailand dan Bahrain. 

"Ketika di Bahrain, Cici berhasil membawa pulang medali perunggu. Selain di luar negeri, Cici juga sering mengikuti kejuaraan di dalam negeri. Salah satunya di Jakarta dan berhasil mendapatkan medali emas," jelasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved