Breaking News

Terbentuk Ahwa Ganda! Katib PCNU Singkawang Nilai Panitia Gagal Sukseskan Konferwil PWNU Kalbar 2022

Setelah sebelumnya PWNU Kalbar masa khidmat 2017-2022 berikut panitia Konferwil yang telah dibentuk kemudian dikarteker tanpa alasan jelas oleh PBNU,

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Foto saat pelaksanaan pembukaan Konferwil ke-VIII Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat (Kalbar) VIII dinilai kian carut-marut.

Setelah sebelumnya PWNU Kalbar masa khidmat 2017-2022 berikut panitia Konferwil yang telah dibentuk kemudian dikarteker tanpa alasan jelas oleh PBNU, kini terdapat persoalan yang dianggap di luar kebiasaan NU.

Di mana pada sidang pleno ketiga Konferwil, Sabtu 30 Juli 2022, muncul persoalan usulan ahwa ganda.

"Usulan ahwa ganda ini sudah di luar kebiasaan, kaidah serta adab NU. Baru kali ini ada persoalan orang-orang yang diusulkan dalam ahwa itu terdapat kegandaan," kata Katib PCNU Kota Singkawang, Agus Salim, Minggu 31 Juli 2022 dini hari.

Deadlock! Konferwil ke-VIII Gagal Pilih Ketua PWNU Kalbar Masa Khidmat 2022-2027

Ahwa merupakan mekanisme yang diterapkan untuk memilih Rais. Di tingkat PWNU, sistem ahwa untuk memilih Rais Syuriah.

Akibat adanya usulan ganda di tingkat Pengurus Cabang NU (PCNU) terhadap siapa yang akan mengikuti ahwa, sidang pleno pun diskors.

"Padahal, dalam peraturan organisasi tidak diatur mekanisme penyelesaian adanya usulan ahwa ganda. Yang diatur hanya dalam kasus surat mandat ganda peserta Konferwil. Itu pun, sudah jelas diatur bahwa dalam hal terjadi mandat ganda, maka yang dianggap sah adalah yang ditandatangi oleh Rais Syuriah," terang Salim.

Salim mengungkapkan, sidang pleno diskors berawal dari silang pendapat dan muncul surat usulan ahwa yang ganda.

Padahal, kata dia, hal itu tidak boleh terjadi. Sebab usulan nama-nama yang mengikuti ahwa merupakan rekomendasi resmi dari Syuriah.

"Soal ahwa, jelas itu adalah rekomendasi resmi dari Syuriah masing-masing PCNU yang diserahkan ke Panitia Konferwil," kata Salim.

Persoalan usulan ahwa semakin pelik. Pasalnya, mekanisme pemilihan ahwa sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi, surat usulan yang disampaikan mestinya dimasukkan ke dalam kotak suara dan disegel.

Kotak tersebut akan dibuka pada saat sidang pleno penghitungan ahwa.

"Namun faktanya dokumen itu dimasukkan dalam map dan dibawa oleh oknum PBNU. Di sinilah awal pangkalnya. Panitia ceroboh karena tidak mengamankan dan menjaga kerahasiaan dokumen itu," ungkap Salim.

"Lalu tadi malam (Jumat, 29 Juli 2022) beredar secara terbatas informasi siapa-siapa kiai yang diusulkan menjadi ahwa. Mestinya malam ini (Sabtu, 30 Juli 2022) musyawarah ahwa sudah dapat menyepakati siapa Rais Syuriah PWNU Kalbar masa khidmat 2022-2027," ujarnya.

"Namun karena mungkin mengetahui komposisi ahwa tidak menguntungkan bagi salah satu kandidat, lalu ada yang bermanuver dengan munculnya usulan ahwa ganda," timpal Salim.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved