Tidak Berlakukukan Karantina, Petugas Kesehatan Akan Pantau Jamaah Haji Kalbar Selama 14 Hari

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson yang merupakan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kalimantan Barat (Kalbar)

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/File Tribun Pontianak
Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jamaah haji asal Kalimantan Barat dijadwalkan kembali ke Kota Pontianak pada 28 Juli 2022 mendatang. Pemerintah Provinsi Kalbar memastikan tidak akan melakukan karantina jamaah haji yang baru saja melaksanakan ibadah haji di Mekkah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson yang merupakan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) mengatakan kepulangan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

"Jadi mereka ini begitu tiba dari Arab Saudi langsung diadakan skrining oleh Petugas Kesehatan KKP Batam. Sesampainya di Pontianak, mereka akan kami skrining kesehatan ulang dan dilakukan pemeriksaan tes swab PCR. Setelah itu mereka boleh pulang dengan tetap malaksanakan prokes ketat," ujar Harisson Senin, 25 Juli 2022.

Wahyudi Hidayat Minta Penjemputan Jemaah Haji Kapuas Hulu dengan Sebaik Mungkin 

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Budi Sylvana baru-baru ini memastikan semua jemaah haji yang baru tiba di Indonesia akan menjalani tes antigen sebelum kembali ke kota masing-masing.

Setiba di Batam kata Harisson, jamaah haji yang memiliki gejala demam batuk dan pilek akan dilakukan tes antigen. Ia juga mengatakan untuk memastikan keselamatan jamaah petugas akan melakukan pemantauan selama 14 hari. 

"Bagi yang demam batuk pilek, akan dilaksanakan tes antigen. Bila negatif mereka akan dipulangkan ke Pontianak. Bila positif mereka akan diisolasi dulu sementara di Batam. Jamaah haji yang baru pulang ini akan dipantau kesehatannya oleh petugas kesehatan selama 14 hari," ujarnya.

Ia mengatakan disamping dipantau terhadap kemungkinan tertular Covid-19 juga yang tidak kalah penting, jamaah haji dipantau terhadap adanya kemungkinan tertular atau menderita penyakit meningitis dan MERS.

"Hasil pemeriksaan PCR akan kami infokan ke Kabupaten Kota, bila positif mereka dapat melaksanakan isolasi di kabupaten kota atau rumah masing2 secara mandiri dengan dilakukan pemantauan oleh Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved