Sejumlah Daerah Perbatasan Negara Siaga Pencegahan Penyebaran Covid-19

Kalau masyarakat tidak menerapkan prokes atau mengabaikan prokes kata Harry penularan akan semakin tinggi

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. Diskes Kalbar
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harry Agung melakukan rapat bersama Kadiskes kabupaten kota dan jajarannya, beserta Kepala Bidang Survelen, Dirut RS Daerah di Kalbar, dan Lab Kabupaten kota, perwakilan dari nakes RS dan Puskesmas,Kamis 12 Mei 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harry Agung mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, cepatnya transmisi penularan covid-19 kata dia karena dipicu adanya pelonggaran-pelonggaran dan peluang-peluang yang menyebabkan pergerakan dari satu daerah ke daerah lain menjadi sangat terbuka.

Oleh karena itu, untuk menekan adanya transmisi impor maupun nantinya akan berakibat pada transmisi lokal atau penularan secara lokal diharapkan masyarakat mengurangi mobilisasi terutama dari luar negeri.

"Karena dilaporkan sudah 15 negara di luar negeri yang cukup tinggi BA275. Oleh karna itu imbauannya saya kira sementara menahan diri kecuali hal-hal yang sangat urgen terkait dengan studi atau pengobatan misalkan. Kami menghimbau dan menyarankan untuk menahan diri untuk membatasi pergerakan mobilisasi dari dan ke luar seperti yang tertuang dalam surat Kemensetneg," ujarnya

Perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar hingga Jumat 22 Juli 2022 kata Harry kasus aktifnya ada 58 kasus dimana 15 kasus perawatan rumah sakit dan 43-nya isolasi mandiri.

"Kalau kita lihat dari angka memang masih rendah hanya sekitar 1 persen dari ruang isolasi dan kalau kita lihat angka kematian juga sangat rendah. Meskipun angka kesakitan yang di rumah sakit dan angka kematian sangat kecil tetapi sekali lagi masyarakat tetap harus waspada karena potensi untuk penularan tetap," ujarnya.

Kalau masyarakat tidak menerapkan prokes atau mengabaikan prokes kata Harry penularan akan semakin tinggi.

"Ini terus diingatkan terus kepada masyarakat, pakai masker, pakai masker, pakai masker yang benar yaitu dari atas hidung hingga kebawah dagu, kemudian sering cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer sebagai kebiasaan sebagai budaya rutin," ujarnya.

Masyarakat kata Harry harus mengetahui potensi penyebab penularan misalnya kalau terlalu dekat kerumunan sebaiknya dihindari.

"Kalau tidak bisa dihindari makan prokesnya harus kuat, tepat, benar pemakaiannya. ini perlu terus disampaikan kepada masyarakat kalau kita ingin menekan angka Covid-19 di Kalbar," ujarnya.

Pemkab Kapuas Hulu dan Pihak Perbatasan Bersinergi Cegah Covid-19 di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Ia juga mengimbau masyarakat yang belum vaksinasi booster untuk segera melakukan vaksinasi.

"Bagi yang belum booster, saya mengimbau untuk melakukan vaksin booster karena tidak cukup dengan V2, tingkat antibodi seseorang mulai menurun maka perlu dilakukan vaksinasi V3 atau booster untuk neningkatkan kembali dan memperpanjang rentang waktu antibodi," ujarnya.

Cegah Penyebaran Covid-19 di Perbatasan Negara

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Kapuas Hulu, Sudarso menyatakan untuk pencegahan penyebaran virus Corona lewat Perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu, dari sejak wabah covid-19 sudah dilakukan secara sinergitas semua pihak yang ada di Perbatasan Indonesia-Malaysia di Badau.

"Kita tau bersama bahwa, wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia merupakan wewenangnya Pemerintah Pusat, namun pemerintah daerah tetap selalu bersinergis untuk menjaga perbatasan, terutama pencegahan penyebaran virus Corona," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 24 Juli 2022.

Sudarso menyatakan biarpun saat ini tidak ada lagi kasus virus Corona di wilayah Kapuas Hulu termasuk di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, namun terus dilakukan pencegahan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved