Kepekaan Orangtua dan Guru Cegah Kasus Bullying yang Melibatkan Anak
Rita menilai, kasus bullying memang kerap terjadi di lingkungan masyarakat, terlebih bullying berbentuk lisan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Merespon maraknya kasus bullying yang kerap terjadi terhadap anak di dalam komunitas. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Rita Hastarita menuturkan bahwa peran pengawasan orangtua menjadi faktor penting sebagai benteng untuk menangkal kasus bullying yang terjadi pada anak.
Rita menilai, kasus bullying memang kerap terjadi di lingkungan masyarakat, terlebih bullying berbentuk lisan.
Ia menyebutkan, kasus bullying tersebut bukannya tidak terasa.
Hanya saja, kurangnya kepekaan orang dewasa terhadap hal tersebut, yang menyebabkan kasus bullying berbentuk lisan kerap terjadi.
“Bukan tidak terasa, tetapi kurang peka terhadap bullying anak-anak, kaya mereka mengejek teman-teman,” ujarnya, Sabtu 23 Juli 2022.
Ia menegaskan, kasus bullying seperti mengejek atau merendahkan orang lain memang harus dicegah dan tidak boleh dibiarkan.
“Nah itu sebenarnya tidak boleh kita biarakan. Sebenarnya itu bentuk bullying di lingkungan pelajar,” ungkapnya.
Selain itu, dikatakannya edukasi terhadap anak-anak agar tidak merendahkan teman-teman dilingkungannya juga penting dilakukan.
“Dan yang harus kita tekankan adalah, di mana mengedukasi anak-anak pelajar ini agar tidak merendahkan teman-temannya,” imbaunya.
Oleh karena itu, dalam kelompok komunitas itu sendiri seperti misalnya sekolah.
Kepekaan orangtua dan guru juga harus lebih ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kasus-kasus bullying tersebut.
“Jadi harus peka orangtua dan guru itu harus peka terhadap lingkungan, atau teman-teman,” katanya.
• Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polsek Nanga Pinoh Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Bullying
“Jadi harus tahu anak ini berteman dengan siapa kemudian memeberikan edukasi-edukasi,” pungkasnya.
Kasus perundungan bocah hingga depresi dan meninggal dunia di Tasikmalaya, Jawa Barat, memantik keprihatinan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
Seperti diberitakan, seorang anak yang duduk di sekolah dasar (SD) dipaksa menyetubuhi kucing dan direkam oleh kawan-kawannya, kemudian disebar di media sosial hingga viral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lutfi-250722-kalbar.jpg)