Melihat Legenda Singo Barong dan Kuda Lumping Pada Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya

Sengo Barong dan Kuda Lumping yang sarat akan makna diharapkan dapat memberi pencerahan kepada generasi muda tentang seni dan budaya

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Petunjukan Singo Barong dan Kuda Lumping pada perayaan hari jadi Kabupaten Kubu Raya ke 15. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Melestarikan sekaligus memperkenalkan seni budaya khas Jawa, Paguyuban Jawa Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertunjukan Kesenian Singo Barong dan Kuda Lumping pada perayaan hari jadi Kabupaten Kubu Raya ke 15.

Bertempat di halaman kantor Bupati Kubu Raya, seni tradisional Singo Barong dan Kuda Lumping ditampilkan untuk menghibur masyarakat yang datang pada malam pagelaran seni budaya.

Seni Singo Barong merupakan satu diantara seni pertunjukan tari yang menggunakan kostum khas yakni kostum berkepala macan.

Singo Barong sendiri melambangkan Angkara murka, yang kemudian hal itu dikalahkan oleh pasukan berkuda yang dilambangkan dengan kuda lumping.

Sanggar Mustika Satriyo Anom dan Turonggo Tanjung Saputro NB 46, Pelestari Kuda Lumping di Melawi

Menurut legenda masyarakat, Konon Singo barong merupakan perwujudan Pendekar sakti mandraguna yang bisa merubah diri mereka menyerupai singa, penjaga perbatasan Hutan di Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Karena kekuatannya, Tidak satupun orang yang bisa melewati hutan itu, akan tetapi suatu ketika terdapat Ksatria yang selalu berbuat kebaikan dan dengan membawa pasukan berkuda bersenjatakan pecut (cambuk) datang, akhirnya bisa mengalahkan Singo Barong perwujudan pendekar penjaga hutan dan ksatria itu kemudian mengutuk penjaga hutan itu sehingga tidak dapat lagi merubah diri menjadi manusia lagi dan dinamai Singo Barong.

"Singo barong itu menggambarkan keangkara murkaan atau kejahatan, dikalahkan dengan pasukan kuda lumping yang bisa mengalahkan mereka padahal Singo barong itu kuat dan sangat sakti," ujarnya tutur Sekretaris Umum Paguyuban Kalbar Edi Suhairul, yang juga merupakan ketua Perkumpulan Merah Putih Kabupaten Kubu Raya.

Edi Suhairul menjelaskan, Seni Singo Barong dipilih untuk ditampilkan pada malam gelaran seni budaya pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya tidak hanya sekedar dipertunjukkan, namun khusus untuk melestarikan Seni Budaya serta edukasi.

Sengo Barong dan Kuda Lumping yang sarat akan makna diharapkan dapat memberi pencerahan kepada generasi muda tentang seni dan budaya serta filfasah hidup dalam sebuah karya seni.

Dalam seni tari Singo Barong tidak hanya berceritakan bagaimana kejahatan akan kalah dengan kebaikan, namun lebih dari itu, Seni Singo Barong mengajarkan bahwa kejahatan harus dilawan dan kebaikan harus diperjuangkan.

Karena kejahatan tidak akan hilang begitu saja bila tidak ada orang - orang yang berusaha untuk meneranginya. (*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved