Gubernur Kalbar Sutarmidji Sebut Efisiensi Pembatasan Perjalanan Dinas Berdampak Positif

Terlebih, ia menilai di era digitalisasi saat ini, perjalanan dinas yang tujuannya hanya untuk menanyakan suatu kebijakan kepada Pemerintah Pusat.

Tayang:
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Luthfi
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji usai mengikuti rangkaian acara HUT ke-15 Kab. Kubu Raya, di Halaman Kantor Kab. Kubu Raya, Minggu 17 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementerian Seketarian Negara (Kemensetneg) menangguhkan perjalanan dinas luar negeri sebagai dampak dari kembali meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia melalui surat Nomor B-56/KSN/S/LN.00/07/2022.

Menanggapi surat tersebut, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan bahwa sejak awal dirinya mulai bertugas sebagai Gubernur.

Ia telah membatasi perjalanan dinas jajarannya, dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) baik dalam Negeri maupun luar Negeri.

Midji menyebutkan, dana yang seharusnya digunakan untuk perjalanan dinas tersebut dialihkannya untuk program-program yang lebih bermanfaat.

Pernikahan Anak Gubernur Kalbar Sutarmidji, Oesman Sapta Odang dan Kapolda Kalbar Jadi Saksi

Seperti pembebasan biaya pendidikan jenjang SMA dan SMK di Kalimantan Barat.

“Sehingga dananya itu bisa digunakan untuk membebaskan biaya pendidikan SMA dan SMK. Bayangkan begitu besar,” ujarnya, Minggu 24 Juli 2022.

Lanjutnya, ketika penerapan efisiensi yang luar biasa dalam perjalanan dinas. Prestasi Pemerintah Provinsi itu jauh lebih besar.

“Terakhir ini satu minggu aja kita dapat dibidang kepegawaian ya, ada enam penghargaan dalam waktu satu bulan,” paparnya.

Midji menegaskan, perjalanan dinas bukannya tidak boleh dilakukan. Hanya saja urgensi dari perjalanan dinas tersebut yang patut diperhatikan.

“Artinya apa, perjalanan dinas itu apa lagi perjalanan luar negeri itu khusus untuk yang bermanfaat aja,” tegasnya.

Ia memaparkan satu diantara perjalanan yang bermanfaat dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Misalnya, pameran expo yang tujuannya untuk mempromosikan keunggulan produk dari sebuah daerah.

“Kaya nanti September kita diundang untuk ikut expo, disiapkan stan dan sebagainya. Nah se-Kalbar kita gabung, kabupaten-kabupaten itu yang pergipun tidak banyak, paling masing-masing Kabupaten 2-3 orang aja, itu untuk promosi,” terangnya.

Sambung Midji, untuk saat ini yang melakukan pejalanan kebanyakan bukan dari jajaran Pemprov.

Melainkan, pelaku usaha yang hendak mempromosikan keunggulan produknya keluar daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved