Sepi Peminat! SMP Negeri di Kabupaten Sekadau Kalbar Hanya Terima 29 Siswa saat PPDB 2022

Kepala SMPN 10 Sekadau Hilir, Sabinus menuturkan total siswa SMPN 10 saat ini dari kelas 7,8 dan 9 hanya mencapai 89 siswa dengan tiga rombel 

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala SMPN 10 Sekadau Hilir, Sabinus, Saat ditemui di SMPN 10, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Selasa 19 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - SMPN 10 Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat hanya Terima 29 orang siswa pada pelaksanaan PPDB tahun 2022. 

Kepala SMPN 10 Sekadau Hilir, Sabinus menuturkan total siswa SMPN 10 saat ini dari kelas 7,8 dan 9 hanya mencapai 89 siswa dengan tiga rombel 

Minimnya jumlah siswa tersebut kata Sabinus sudah berlangsung sejak 5 tahun terakhir.

Ia mengatakan hanya tahun ajaran pertama yang jumlah siswa barunya mencapai 100 orang lebih.

UPT KPH Wilayah Sekadau Siap Distribusi Bibit Pohon Dukung Gerakan Menanam Pohon

"Kalau dihitung dari segi kelas, jumlah siswa kami masuk standar. Tapi untuk tingkat sekolah, belum memenuhi standar karena seharusnya kami menerima 3 lokal tapi tahun ini hanya 1 lokal," kata Sabinus.

Menurut Sabinus, jika melihat jalur zonasi seharusnya jumlah peserta didik di tahun 2022 mencukupi untuk 3 lokal kelas.

Namun karena sekolah tersebut kurang diminati oleh orangtua dan siswa. Maka sekolah tersebut hanya mendapatkan 1 lokal kelas saja.

Sabinus pun tidak mengetahui apa penyebab sekolah negeri tersebut kurang diminta. Karena jika dilihat dari kemampuan akademik dan non akademik.

Menurutnya para siswa SMPN 10 Sekadau Hilir juga mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

Contohnya pada non akademik, ada 3 siswa SMPN 10 yang mengikuti kompetisi panjat tebing yang diselenggarakan tingkat nasional di Bali pada tahun 2022 dan mendapatkan juara ketiga.

"Tahun ini 3 siswa kami sedang mengikuti lomba panjat tebing, mendapatkan juara 3 se-nasional di Bali. Juara pertama di Kabupaten, tiga orang itu terdiri dari 1 orang kelas 9 dan 2 orang kelas 8," jelasnya.

Sementara itu, untuk tenaga pendidikan juga memadai sesuai rombongan kelas. Walaupun masih ada 4 orang guru berstatus tenaga honorer dan 6 yang sudah berstatus PNS.

Sedangkan jumlah kelas saat ini ada 6, dengan 3 kelas digunakan untuk aktivasi belajar mengajar dan 3 kelas lainnya tidak digunakan.

"Kami sudah melakukan promosi supaya siswa banyak yang datang, mungkin karena lokasi sekolah juga berpengaruh. Kami sudah mempromosikan agar ke sekolah terdekat. Secara akademik dan non akademik kami juga mampu bersaing. Buktinya sudah banyak juga piala yang didapat, namun kembali pada pilihan orang tua dan siswa," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved