TOK! Raperda Pertanggungjawaban APBD Kota Pontianak Tahun 2021 Disetujui 

Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran legislatif di DPRD Kota Pontianak yang telah bersama-sama membahas raperda tersebut

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kantono menyerahkan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Pontianak 2021 kepada Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Firdaus Zar'in. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Pontianak 2021 telah disetujui bersama oleh DPRD Kota Pontianak dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara pada rapat paripurna di Ruang rapat paripurna DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu 6 Juli 2022.

Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran legislatif di DPRD Kota Pontianak yang telah bersama-sama membahas raperda tersebut demi kemajuan dalam membangun Kota Pontianak.

BMKG Kalbar Pastikan Getaran di Kota Pontianak Bukan Gempa Bumi 

"Kita ucapkan terima kasih kepada jajaran DPRD yang telah ikut membahas dan bersama-sama membangun Kota Pontianak yang kita cintai," ucapnya.

Kata Edi, langkah selanjutnya raperda ini akan diusulkan kepada Gubernur Kalbar untuk disahkan. 

Dengan demikian, raperda ini akan sah menjadi Perda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2021.

Sebagaimana diketahui, bahwa volume APBD Kota Pontianak 2021 sebesar Rp1,87 triliun.

"Ini rangkaian final dari laporan pelaksanaan APBD 2021," imbuhnya.

Edi menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan tahun anggaran 2021.

Hal itu sekaligus menjadi WTP yang ke-11 secara berturut yang diterima Pemkot Pontianak.

“Kita akan terus berupaya mempertahankan opini WTP di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Menyoal realisasi anggaran yang belum tercapai, Edi menilai hal demikian terjadi karena dampak pemulihan ekonomi usai pandemi. Dia optimis target realisasi anggaran akan tercapai di tahun-tahun berikutnya.

“Di tahun 2021, kita anggap pandemi telah usai. Ternyata masih berlanjut. Tentunya ini jadi catatan kita untuk evaluasi lebih ketat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved