Update Harga Sapi dan Kambing Kurban di Kubu Raya Jelang Idul Adha 2022

Harga hewan kurban menjelang Idul Adha 2022 mengalami kenaikan dibanding tahum 2021 lalu.

Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FIRDAUS
Penjual menunjukkan kambing yang dijual di jalan Ahmad Yani 2, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa 5 Juli 2022. Menjelang Idul Adha 2022, harga hewan kurban mengalami kenaikan dibanding Idul Adha 2021 lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Harga kambing kurban di Pontianak dan Kubu Raya mengalami kenaikan jelang Idul Adha 2022.

Suhadi, penjual hewan ternak di Jalan Ahmad Yani II Kabupaten Kubu Raya mengatakan, tahun ini kambing dijual dengan kisaran harga Rp 3 sampai Rp 6,5 juta per ekornya.

Sementara tahun sebelumnya kisaran Rp 2 sampai Rp 6 juta per-ekornya.

"Harga tahun ini mulai dari Rp 3 juta sampai yang paling besar itu sekitar 6,5 juta. Harga ini naik dari tahun lalu itu kita bisa jual dari mulai harga 2 juta sampai 5 jutaan paling mahal," kata Suhadi, Selasa 5 Juli 2022.

100 Ternak di Singkawang Timur Divaksinasi PMK, Ini Pesan Wali Kota Tjhai Chui Mie

Pedagang hewan kurban lainnya, Baim mengatakan, untuk harga sapi saat ini berkisar dari Rp 18 sampai 30 juta per ekor.

"Tahun ini sulit cari sapi untuk qurban karena sedikit yang jual. Kalaupun ada, harganya lumayan tinggi dari Rp 18 sampai 30 juta," kata Baim.

Kenaikan harga ini tidak lepas dari kelangkaan hewan ternak yang disebabkan oleh penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah di tanah air.

Sehingga hal ini menyebabkan kelangkaan hewan ternak dibeberapa daerah salah satunya Kalimantan Barat disebabkan tidak adanya suplai hewan ternak dari daerah-daerah pemasok hewan ternak seperti Jawa Timur.

Tata Cara dan Ketentuan Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2022

Lasri, pedagang hewan kurban di Jalan Ampera Pontianak mengatakan, kelangkaan dan mahalnya harga hewan kurban berpengaruh terhadap jumlah penjual.

"Banyak kawan-kawan saya yang tidak berjual tahun ini. Modal tinggi dan kambingnya juga sulit didapat, sebab tidak ada suplai dari jawa karena wabah ini," ujar Lasri.

Dia berharap agar kedepannya wabah PMK ini bisa cepat teratasi.

Sebab ia merasa bahwa banyak para peternak dan pelaku usaha yang bergantung dengan kondisi PMK ini.

"Ya, saya berharap kedepannya wabah ini segera teratasi. Sebab banyak peternak yang hanya bergantung dengan usaha ini. Saat ini sudah banyak peternak yang merugi akibat wabah ini," ujar Lasri saat diwawancarai. (Mg1)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved