Idul Adha
Hari Tasyrik Selama 3 Hari Apa Saja dan Sejarahnya yang Berasal dari Arab Saudi
Hari Tasyrik sejarah awalnya adalah muncul dari kegiatan masyarakat Arab Saudi menjemur daging yang diperoleh dari ibadah kurban.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hari Tasyrik merupakan hari yang dilarang untuk melaksanakan puasa bagi Umat Islam.
Baik itu puasa sunnah ataupun puasa wajib seperti puasa qadha.
Hari Tasyrik di Bulan Dzulhijjah ini jatuh selama 3 hari setelah Hari Raya Idul Adha 1443 H.
Hari Tasyrik sejarah awalnya adalah muncul dari kegiatan masyarakat Arab Saudi menjemur daging yang diperoleh dari ibadah kurban.
Tasyrik sendiri merupakan Bahasa Arab berkonotasi dengan makna mengeringkan sesuatu.
Makanya hari setelah Idul Adha disebut Hari Tasyrik.
• Jadwal Puasa Idul Adha Zulhijah 1443 H dan Puasa Sunnah Bulan Juli 2022 Lengkap dengan Hari Tasyrik
Larangan puasa di Hari Tasyrik berdasarkan sejumlah keterangan Hadis Nabi Muhammad SAW riwayata Abu Daud.
Disebutkan bahwa Allah jadikan hari tasyriq sebagai hari istimewa untuk berdzikir.
Karena itulah, Allah perintahkan umat Islam untuk memperbanyak berdzikir pada hari itu. Rasulullah saw. bersabda:
أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ. رواه أبو داود
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban, kemudian hari al-qarr”. (HR. Abu Daud)
Lalu kapan Hari Tasyrik di Bulan Dzulhijjah 1443 H ?
Hari Tasyrik selama 3 hari yaitu jatuh pada tanggal 11-13 Hijriyah.
- 11 Dzulhijjah Hari Senin 11 Juli 2022
- 12 Dzulhijjah Hari Selasa 12 Juli 2022
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hari-tasyrik-selama-3-hari-di-bulan-dzulhijjah.jpg)