Pasca Gempa Melanda Ketapang, Warga Kendawangan Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Menurut Efendi, sejauh ini dirinya belum ada mendengar informasi adanya warga yang luka atau rumah yang roboh akibat guncangan gempa. 

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
Ilustrasi
Ilustrasi gempa bumi. Kabupaten Ketapang dilanda gempa bumi, tidak berpotensi tsunami, Jumat 1 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Usai diguncang gempa bumi tektonik magnitudo 5.0, warga Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat kembali beraktivitas seperti biasa.

"Sudah biasa dan beraktivitas kembali. Namun, sedikit menyisakan trauma," kata satu diantara warga Kendawangan, Efendi saat dihubungi Tribun, Jumat 1 Juli 2022.

Efendi mengaku, dirinya juga merasakan getaran akibat Gempa tersebut.

"Kendawangan Gempa, terasa rumah sampai bergetar," jelasnya.

Warga Nanga Tayap Kabupaten Ketapang Juga Rasakan Getaran Gempa Bumi

Menurut Efendi, sejauh ini dirinya belum ada mendengar informasi adanya warga yang luka atau rumah yang roboh akibat guncangan gempa. 

"Cuma hanya rumah yang retak. Fenomena Air Laut tidak menunjukkan gejala akan terjadinya tsunami," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebut, ada sejumlah desa yang merasakan dampak dari gempa tersebut seperti Desa Banjarsari, Mekar Utama, Kendawangan Kiri, Kendawangan Kanan dan desa Kramat Jaya.

"Namun belum ada laporan resmi mengenai apa saja dampaknya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi tektonik magnitudo 5.0 terjadi di wilayah Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat 1 Juli 2022 sekitar pukul 05.13 WIB.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Heru Sukoco memastikan gempa yang terjadi selama 5 detik itu tidak berpotensi Tsunami. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved