Pendataan Ternak di Kalbar untuk Vaksin PMK Akan Libatkan TNI-Polri

"Saya kira ini suatu hal yang sangat bagus. Masih aman dan yemtu hal yang sangat poaitif apabila nanti pada tahap berikutnya kita bisa mengejar target

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Prokopim Sintang
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, drh. Banter Wahyudi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, drh. Banter Wahyudi mengapresiasi Pemkab Sintang atas respon tepat dalam menghadapi kejadian penyakit mulut dan kuku.

"Kami pemprov kalbar tentu mengapriesiasi yang telah dilakukan pemkab sintang dan memang kami akui sintnag termasuk paling tepat dalam rangka memberikan respon terhadap kejadian PMK. Dari semua edaran baik mentan, gubernur terkait penangggulangan PMK, hampir semua sudah dilaksanakan di sintang," ujar Banter Wahyudi, kemarin.

Menurut Wahyudi, saat ini Kabupaten Sintang masih zona hijau atau aman dari kasus PMK.

Sudah 1.447 Kasus Positif PMK di Kalimantan Barat, Sintang Masih Zona Hijau

"Saya kira ini suatu hal yang sangat bagus. Masih aman dan yemtu hal yang sangat poaitif apabila nanti pada tahap berikutnya kita bisa mengejar target vaksinasi yang mungkin akan dalan waktu dekat vaksin PMK tahap dua akan segera vaksin datang deri pusat," jelasnya.

Selain itu, berdasarkan rapat Pemprov Kalbar denga Polda Kalbar dalam rangka percepatan pendataan ternak yang akan divaksin nanti akan dilibatkan dari unsur TNU dan Polri.

"Kemarin ada kesepakatan akan melibatkan bhabin di masing-masing desa, sehingga pendataan akan lebih akurat dan kita bisa lebih tepat melakukan vaksinasi PMK yang akan datang," kata Wahyudi. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved