Setara Gender Mendukung Pemulihan Ekonomi

Selain mewujudkan komitmen dalam kebijakan, program dan kegiatan yang responsif gender, KPKNL Pontianak juga memberikan edukasi PUG

Editor: ruddy
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Siska Nadia Humas KPKNL Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seperti nyamuk, satu ditepuk datang setumpuk. Berbagai upaya penyetaraan gender di Indonesia seolah tiada henti.  

Dimulai dengan perjuangan sesosok wanita tangguh pada 114 tahun silam, hingga jaminan konstitusi dan berbagai kebijakan formal lainnya yang telah dikembangkan dari Tahun 1945 sampai dengan Tahun 2022.

Nyatanya, masih tampak berbagai bentuk ketimpangan gender pada berbagai aspek kehidupan. Perjuangan R.A. Kartini masa itu masih perlu dilanjutkan oleh perempuan-perempuan Indonesia dengan dukungan dari seluruh pihak.

Sebagian orang mungkin telah memahami istilah gender dengan benar, tetapi sebagian lain masih perlu penjelasan.

Gender memang merupakan kosa kata baru sehingga pengertiannya belum ditemukan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dalam Webster’s New World Dictionary, gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dinilai dari segi nilai dan tingkah laku.

Pengertian gender secara terminologis cukup banyak dikemukakan oleh para feminisme dan pemerhati perempuan, Hilary M. Lips dalam bukunya yang terkenal Sex & Gender: An Introduction mengartikan gender sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan (cultural expectations for women and men).  

Meskipun kata gender belum masuk dalam perbendaharaan KBBI, istilah ini sudah lazim digunakan dan didefinisikan sebagai suatu konsep yang dijadikan sebagai tolok ukur dalam mengidentifikasi peran laki-laki dan perempuan

yang didasarkan pada pengaruh sosial budaya masyarakat (social contruction) dengan tidak melihat jenis biologis secara equality dan tidak menjadikannya sebagai alat pendiskriminasian salah satu pihak karena pertimbangannya yang bersifat biologis.

Berdasarkan Global Gender Gap Report 2021, dalam hal kesenjangan gender, Indonesia berada di peringkat ke-101 dari 156 Negara.

Kesenjangan gender ini diukur melalui empat indikator yakni partisipasi dan peluang ekonomi, pencapaian pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup serta pemberdayaan politik.

Ini memperlihatkan bahwa mewujudkan kesetaraan gender sangat relevan dengan pembangunan ekonomi, bukan hanya semata persoalan moral dan keadilan.

Pembangunan di segala sektor sudah sepantasnya mengedepankan prinsip kesetaraan dan upaya-upaya Pengarusutamaan Gender (PUG). PUG merupakan strategi untuk mencapai keadilan dan kesetaraan gender melalui kebijakan, program, dan kegiatan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan serta permasalahan laki-laki dan perempuan dalam proses pemantauan dan evaluasi dari seluruh aspek kehidupan dan pembangunan.

PUG nyatanya bukan demi kepentingan perempuan belaka. Penelitian dari Internasional Labor Organization pada Juni 2020, menunjukan adanya korelasi terhadap kemajuan berupa peningkatan produktivitas dan kinerja pegawai dengan upaya PUG di lingkungan kerja.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved