Popda Kalbar

Popda Kalbar Resmi Dibuka, Gubernur Sutarmidji: Bertanding Harus Jujur, Disiplin, Jangan Berkelahi

"Saya minta dalam bertanding jujur disiplin, jangan berkelahi, bertinju cukup yang di ring tinju saja, jangan sampai olahraga bola jadi bertinju, kala

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah Kalimantan Barat yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji, Kamis 29 Juni 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pekan Olahraga Pelajar Daerah Kalimantan Barat resmi dibuka. Sebanyak 614 Atlet dari berbagai daerah di Kalbar akan bertanding di 7 cabang olahraga, Bola Voli, Bola Basket, Sepak Bola, Tinju, Pencak Silat dan Sepak Takraw.

Pelaksanaan Popda ini berlangsung mulai tanggal 29 Juni 2022 hingga 3 Juli 2022.

Berlangsung di Gelanggang Olahraga Pangsuma Pontianak, pembukaan Popda Kalbar dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap dalam pelaksanaan pertandingan seluruh suporter untuk mematuhi protokol kesehatan Covid 19 karena Pandemi Covid 19 belum berakhir.

Sementara untuk para atlet yang bertanding ia berharap dapat bertanding dengan jujur dan sportif.

"Saya minta dalam bertanding jujur disiplin, jangan berkelahi, bertinju cukup yang di ring tinju saja. Jangan sampai olahraga bola jadi bertinju, kalau terjadi perkelahian, saya minta ini tegas saja, bila ada perkelahian saya minta dua duanya diskualifikasi saja," ujarnya.

Wali Kota Pontianak Tekankan Kedisiplinan dan Sportifitas pada Gelaran POPDA Provinsi Kalbar

Ajang Popda, selain untuk mencari bibit - bibit atlet yang berprestasi juga menjaga kejujuran wasit serta disiplin atlet muda.

"Ini tidak hanya sekadar bertanding saja, bila dalam ajang ini bisa melahirkan anak yang jujur, disiplin, memiliki skil maka Kalbar tidak akan kekurangan Atlet untuk berlaga pada ajang nasional dan internasional," jelasnya.

Terkait adanya daerah yang tidak mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, Midji mengaku belum mengetahui alasan pastinya, dan belum melakukan evaluasi.

"Mungkin mereka hanya mengirim yang betul - betul bisa berkompetisi dengan baik," tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved