Perang Rusia Ukraina

Ukraina Tuding Belarus Lakukan Pemboman Skala Besar di Chernigiv Utara

Serangan yang dilakukan di Desa Desna di wilayah Chernigiv utara itu terjadi hanya sehari setelah Rusia mengumumkan mundur dari Kota Severodonetsk

Planet Labs PBC / AFP
Gambar satelit ini dirilis oleh Planet Labs PBC, menunjukkan Jembatan Penyeberangan Perbatasan Kamaryn Slavutych di atas Sungai Dnieper antara Ukraina dan Belarus pada 26 Februari 2022, setelah dilaporkan diledakkan oleh pasukan Ukraina. Ukraina melaporkan Belarus melakukan pemboman besar-besaran di wilayah Chernigiv utara, sehari setelah Rusia mengumumkan mundur dari Severodonetsk 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Ukraina kembali melaporkan negara tetanganya atas serangan yang menghantam wilayah Ukraina.

Kali ini Ukraina melaporkan Belarus, yang merupakan sekutu Rusia, telah melakukan pemboman besar-besaran pada Sabtu (25/6/2022).

Serangan yang dilakukan di Desa Desna di wilayah Chernigiv utara itu terjadi hanya sehari setelah Rusia mengumumkan mundur dari Kota Severodonetsk.

Komando militer utara Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua puluh roket Belarus menargetkan desa tersebut.

Sejumlah infrastruktur hancur, tetapi belum ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.

Picu Ledakan Ranjau, Kambing Berjuluk Goat of Kiev Lukai 40 Tentara Rusia

Perang Bersama

Menurut dinas intelijen Ukraina, serangan tersebut adalah upaya Rusia untuk menarik Belarus sebagai pihak yang akan berperang bersama.

"Serangan hari ini secara langsung terkait dengan upaya Kremlin untuk menarik Belarus sebagai pihak yang berperang bersama ke dalam perang di Ukraina," kata organisasi itu.

Sebagaimana diketahui, Belarus telah memberikan dukungan logistik ke Rusia sejak invasi dimulai pada 24 Februari 2022, terutama dalam beberapa minggu pertama.

Sama seperti Rusia, Belarus juga menjadi sasaran sanksi Barat meski negara tetangga Ukraina itu tidak secara resmi terlibat dengan konflik.

Serangan hari Sabtu terjadi menjelang pertemuan yang direncanakan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Belarus dan sekutu dekatnya Alexander Lukashenko di Saint Petersburg pada hari Sabtu.

Kementerian Luar Megeri Rusia pada hari Jumat mengutuk keputusan Brussel untuk memberikan status kandidat resmi Uni Eropa kepada Ukraina sebagai langkah untuk menahan Rusia secara geopolitik.

"Keputusan itu menegaskan bahwa monopoli geopolitik ruang CIS (Persemakmuran Negara-Negara Merdeka) terus aktif untuk menahan Rusia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova seperti dikutip Channel News Asia.

Sementara itu, sekutu Barat Ukraina akan berkumpul pada hari Minggu di pertemuan puncak para pemimpin G7 di Jerman, di mana Presiden Volodymyr Zelenskyy akan berbicara.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menghadiri G7 dan pertemuan puncak aliansi militer NATO di Madrid minggu depan.

Usai Hadiri KTT G7 Presiden Jokowi Direncanakan Kunjungan Bilateral ke Ukraina dan Rusia

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved