Berita Cacar Monyet Terbaru | Monkeypox Terdeteksi di Sperma , Potensi Menular Lewat Hubungan Intim
Kaum Homoseksual memang menjadi kelompok paling banyak terpantau di Eropa sebagai penderita penyakit cacar monyet ini .
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut update terbaru seputar berita cacar monyet .
Atau Monkeypox .
Sejumlah fakta terbaru yang mengejutkan muncul perlahan terkait penyakit cacar monyet ini .
Baru-baru ini, dirangkum dari laman Kontan.co.id diketahui bahwa penyakit Cacar Monyet bisa menyebar lewat hubungan seksual.
• Penyakit Cacar Monyet Makin Menyebar! Seribu Kasus di 29 Negara Non-Endemik | Anak-anak Rentan !
Hal itu setelah peneliti di Institut Spallanzani Roma, Italia, menemukan fragmen virus cacar monyet di dalam air mani atau sperma milik beberapa pasien.
Fakta ini menunjukkan bahwa cacar monyet berpotensi menular secara seksual.
Sejauh ini virus cacar monyet diketahui menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, lewat luka di kulit atau droplets dari saluran pernapasan.
• Wabah Cacar Monyet Kini Tersebar di 27 Negara ! Jiran Indonesia , Singapura Deteksi Kasus Terbaru
Banyak kasus cacar monyet yang dikonfirmasi saat ini juga terjadi di antara pasangan yang telah melakukan hubungan seksual.
Terutama dari pasangan sejenis, atau Lelaki seks dengan Lelaki - LSL alias homoseksual.
Kaum Homoseksual memang menjadi kelompok paling banyak terpantau di Eropa sebagai penderita penyakit cacar monyet ini .
Dilansir dari Reuters, para peneliti di Roma telah mengidentifikasi enam dari tujuh pasien dengan air mani yang mengandung materi genetik virus.
Sampel yang diteliti menunjukkan bahwa virus yang ditemukan dalam air mani mampu menginfeksi orang lain dan bereplikasi.
• Cacar Monyet Makin Dekat ke Indonesia , Penumpang di Bandara Negara Jiran Terdeteksi Idap MonkeyPox
Meskipun demikian, Dr. Francesco Vaia, direktur umum institut tersebut, mengatakan bahwa data tersebut masih belum memiliki cukup bukti untuk membuktikan bahwa sifat biologis virus telah berubah.
"Namun, adanya virus menular dalam air mani adalah faktor yang sangat mendukung hipotesis bahwa penularan seksual adalah salah satu cara penularan virus ini," kata Dr. Vaia kepada Reuters.
Dr. Vaia juga mengatakan bahwa WHO telah diberitahu tentang temuan tersebut, namun belum memberikan komentar.