Tekan Stunting! Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting Kalbar Audiensi ke Kantor Kanwil Kemenag
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Bapak Drs H Syahrul Yadi MSi menerima audiensi dari Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Bapak Drs H Syahrul Yadi MSi menerima audiensi dari Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Barat, Jumat 10 Juni 2022.
Adapun tim tim satgas yang berkunjung di antaranya Koordinator Program Manager Aida Mokhtar, Manager Data dan Monev Indah Budiastutik dan Manager Program Percepatan Penurunan Stunting, Dian Astuti.
Serta didampingi oleh koordinator Bidang KS (Keluarga Sejahtera) Bapak Aulia Arif MSi dari BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat di ruang kerja Kepala Kanwil.
Tujuan kedatangan tim satgas percepatan penurunan stunting di Kalimantan Barat ini adalah untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan diri bahwa di Kalimantan Barat sudah terbentuk tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting berkantor di BKKBN Provinsi dan Kab/kota.
• Pemprov Kalbar Harap Pemilihan Duta Genre sebagai Ajang Promosi Pogram Genre dan Stunting
Untuk Technical Assiatent yang akan bersinergi dalam mendorong dan mengawal percepatan penurunan stunting ini melalui upaya preventif ini akan menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting yang akan datang.

Oleh karena itu sinergitas dengan Kementrian Agama, utamanya dalam menyiapkan calon pengantin merupakan peran yang sangat penting.
Dengan begitu, diharapkan nantinya upaya ini akan berkontribusi terhadap turunnya angka stunting.
Sebab jika tidak dicegah mulai dari awal pernikahan, diantaranya melalui kegiatan screening dan penapisan terhadap calon pengantin (CATIN) yang bersangkutan berpotensi dan berisiko melahirkan anak stunting, Imbuh ibu Aida.
Aida, menyatakan saat ini prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi sebesar 24,4 persen (SSGI,2021).
Sedangkan Presiden mengamanahkan melalui Perpres 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting bahwa pada tahun 2024 angka stunting harus berada diangka 14 % , kita harus bekerja keras supaya bisa menurunkan 10,4 persen dalam kurun waktu 2,5 tahun ke depan, dalam rangka mewujudkan capaian tersebut, maka kita perlu bersinergi, berkolaborasi secara konvergensi dalam mendukung program penurunan prevalensi stunting di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat yang angka stuntingnya mencapai 29,8 persen (SSGI,2021)
Melalui audiensi ini, kami berharap bapak Ka.kanwil akan melakukan berbagai terobosan seperti mengeluarkan surat edaran, bahwa sebelum 3 bulan menikah, calon pengantin (CATIN) harus sudah mendaftar agar mendapatkan edukasi serta penyuluhan kesehatan khususnya informasi tentang stunting dan cara pencegahannya serta memiliki status gizi yang baik.
Edukasi ini dilaksanakan melalui program bimbingan perkawinan yang diselenggarakan oleh Kemenag.
"Penanganan stunting dilakukan mulai dari pemenuhan nutrisi pangan pranikah bagi calon pengantin, saat hamil, pasca melahirkan hingga anak berusia 2 tahun, atau selama masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) " ujarnya.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Drs H Syahrul Yadi MSi mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki komitmen bersama dalam mendukung Percepatan penurunan stunting melalui sinergitas program dengan berbagai pihak termasuk termasuk BKKBN.
"Kami Kementerian Agama akan berkolaborasi dengan institusi lain dalam menurunkan stunting.