PKC PMII Kalbar Harap Pemerintah Kendalikan dan Tanggalungai Wabah PMK pada Hewan Ternak

Namun mendekati hari raya kaum muslim yaitu idul adha kondisi Indonesia yang awal nya terjadi pandemi covid yang menyerang pada tubuh manusia kini ber

Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Mustakim Lespatih selaku Anggota Biro Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Pengurus Koordinasi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Barat. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pandemi covid 19 yang merajalela dua tahun belakangan ini sudah akan mereda dengan kondisi yang semakin membaik terbukti dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelonggaran masker untuk masyarakat. Sehingga masyarakat boleh tidak menggunakan maker di luar ruangan terbuka atau outdoor. 

Mustakim Lespatih selaku Anggota Biro Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Pengurus Koordinasi Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalbar menyampaikan, bahwa di Provinsi Kalimantan Barat Menurut data resiko penaikan kasus covid 19 di kab/kota sudah mengalami resiko rendah terkhusus kota Pontianak pada 9 juni 2022 sudah berada di Zona Hijau tentu harapan masyarakat seiringan pulih nya pandemi maka kondisi perekonomian masyarakat juga harus bertumbuh.

Namun mendekati hari raya kaum muslim yaitu idul adha kondisi Indonesia yang awal nya terjadi pandemi covid yang menyerang pada tubuh manusia kini beralih pada Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

Pengelolaan Lahan Gambut Secara Produktif di Kelurahan Siantan Hilir

"Jika kita melihat sisi historis dari perayaan Idul Adha  bertepatan tanggal 10 bulan Zulhijah atau akan jatuh pada tanggal 09 Juli 2022 mendatang, Idul Adha dinamakan hari raya haji dikarena bulan ini  kalangan umat muslim melaksanakan salah satu rukun islam yaitu Haji Kebaitullah bagi yang mampu, serta idul adha juga dinamakan “Idul Qurban” karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya," ujarnya, Sabtu 11 Juni 2022.

"Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT," lanjutnya.

Ia menilai, moment Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung waktu satu bulan kedepan akan tiba hal ini tentu bagi kaum muslim yang tidak mampu untuk melaksanakan ibadah haji diberikan kesempatan untuk berqurban dalam hal berqurban tentu dari tahun ke tahun hewan yang menjadi pilihan masyarakat Indonesia yaitu kambing dan sapi.

Melihat kenyataan kondisi saat ini Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak yang terjadi di beberapa titik, terlebih di Provinsi Kalimantan Barat, yakni Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya serta Kota Pontianak banyak kalangan Peternak Sapi dan Kamping mengeluh dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal ini, kata dia, mengakibatkan kondisi sapi yang mengalami sakit kemudian akan berdampak pada kerugian ekonomi yang besar akibat menurunnya produksi serta laba yang akan diperoleh oleh perternak tidak sebanding dengan nilai beli hewan tersebut.

"Apalagi jika mengalami kematian hal ini juga harus menjadi perhatian besar bagi dinas terkait untuk selalu mengontrol dan memonitoring di lapangan," jelasnya.

Pada Kamis 9 Juni 2022 Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, M Munsif mengatakan total ada 664 kasus ternak yang terkena PMK dengan persentase 0,4 persen dari total ternak di Kalbar.

Dengan rincian total yang sakit 351, ternak yang sembuh sebanyak 277 dan hanya 3 ternak yang mati dengan persentase 3 persen dan sebanyak 31 ternak atau 4,6 persen dilakukan pemotongan dini dengan data tersebut menunjukan bahwa kondisi saat ini wabah PMK ini dalam keadaan normal di Provinsi Kalimantan Barat.

"Namun harapan walaupun dengan kondisi yang normal sekecil apapun ya tetap waspada, upaya pengendalian dan penanggulangan tetap harus maksimal agar potensi penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak semakin meluas," ucapnya.

Di moment Idul Adha mendatang tentu kalangan masyakat yang mampu akan melaksanakan Qurban salah satu syarat dari hewan qurban adalah hewan dalam keadaaan sehat jika kondisi wabah Penyakit Mulut dan Kuku tidak dapat dicegah.

Maka besar kemungkinan hewan yang akan di qurbankan akan menjadi langka. Padahal moment idul adha adalah moment social yaitu bagi yang mampu berqurban dapat menyembelih hewan quran serta daging qurban dapat dibagikan kepada tetangga atau kalangan masyarakat terutama yang kurang mampu.

"Maka besar harapan kami sebelum Hari Raya Idul Adha tiba PMK ini dapat diatasi dengan langkah yang lebih konkrit oleh Pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar sehingga tidak ada hewan yang sakit akibat wabah tersebut apalagi mati," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved