Jelang Idul Adha Stok Sapi di Melawi Minim, Distributor Beberkan Penyebabnya
Pelarangan memasok sapi dari luar pulau ini, karena masuknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalimantan Barat. Namun untuk Kabupaten Melawi sen
Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Stok Sapi di Kabupaten Melawi Minim. Hal ini disebabkan oleh Pelarangan memasok sapi dari luar pulau.
Pelarangan memasok sapi dari luar pulau ini, karena masuknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kalimantan Barat. Namun untuk Kabupaten Melawi sendiri, belum ada hewan ternak yang terkena wabah ini.
Khoirul Umam seorang pemasok Sapi di Kabupaten Melawi menyebutkan stok sapi di kalimantan barat khususnya kabupaten melawi sudah sangat minim.
"Stok sapi di kalimantan barat khususnya kabupaten melawi sudah sangat minim, karena kita tidak boleh memasok dari luar pulau," ujarnya. Selasa 7 Juni 2022.
• Sat Reskrim Polres Melawi Bekuk Pelaku Pencurian Rumah Kosong
Akibat pelarangan tersebut, Kata Dia tidak ada cara untuk memaksimalkan stok sapi saat idul adha.
"Mungkin ada solusi terakhir, yakni kita cari ke kampung-kampung, yang mana peternak lokal sudah memelihara sapi sejak beberapa bulan atau satu tahun yang lalu," ungkapnya.
Menurutnya itu solusi terakhir, karena jika harus mengambil dari daerah lain di Kalbar juga mereka sudah kekurangan stok sapi.
"Misalnya melawi ambil ke pontianak ini kan mereka juga kekurangan stok sapi, tentu ini tidak bisa dilakukan," imbuhnya.
Kata Dia, Hal ini tentu sangat berdampak dimana dengan minimnya stok harga sapi jadu mahal, dan pedagang sulit mencari stok, apalagi karena wabah PMK konsumen jadi takut mengkomsumsi sapi.
"Dampak yang sangat dirasakan pertama secara harga, sekarang kita sudah merasakan harga sapi sudah mulai mahal di kampung-kampung. Kemudian pedagang juga sulit untuk mencari stok sapi, dan ketiga salah satu faktor masyarakat takut makan daging sapi. Padahal dinas kesehatan sudah menyatakan ini tidak menular ke manusia. Jadi, petani sakit, pedagang sakit oenjual dipasar sakit dan konsumen pun takut," paparnya.
Terkait pencegahan penularan PMK, Kata Dia sangat sulit sekali, terutama untuk para peternak juga pedagang sapi. Dimana, Menurut dinas kesehatan untuk menjaga sapi agar tidak terdampak PMK harus jaga jarak, dimana jaraknya agak lumayan jauh, yang mana harus sekitar 10 kilometer, baru bisa aman dari keterjangkitan virus ini.
Untuk itu, Ia sangat berharap pemerintah bisa memberikan langkah antisipatif, agar masyarajat tidak rugi.
"Saya harap, PMK ini segera berakhir. Kemudian ada langkah antisipatif dari pemerintah, agar tidak merugikan masyarakat karena tidak bisa memasok kebutuhan sapi," ungkapnya.
Mengenail larangan pemasokan dari luar pulau, Dia menuturkan bahwa pintu masuk dari luar pulau ini tidak harus ditutup, dan pemerintag harus ada langkah solutif.
"Seperti misalnya, seperti corona harus ada PCR, jadi sapi bisa demikian dites kondisi kesehatannya yang aman bisa masuk," Kata Khoirul.