Khaznah Islam
Membaca Doa Iftitah Hukumnya Wajib atau Sunnah Muakkad ? Simak Ulasan Fiqh Sholat Berikut
Doa Iftitah adalah satu di antara bacaan yang biasa dibaca saat menunaikan sholat. Bagaimana hkumnya? Cek di artkel ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Doa Iftitah adalah satu di antara bacaan yang biasa dibaca saat menunaikan sholat.
Doa Iftitah sendiri dilafalkan setelah mengumandangkan takbiratul ihram.
Atau takbir pertama saat menunaikan Shoat.
Lantas, membaca doa iftitah hukumnya apa?
• Waktu & Batas Akhir Sholat Dhuha Jam Berapa serta Apakah Pukul 10.00 Pagi Masih Bisa Sholat Dhuha?
Wajib ataukan sunnah muakkad dalam fiqh sholat ?
• Surah yang Dibaca Setelah Sholat Magrib Miliki Keutamaan Setara Baca 10 Kali Al-Quran
Yuk simak ulasan Khazanah Islam Tribun Pontianak Minggu 5 Juni 2022 :
# Hukum Membaca Doa Iftitah saat Sholat
Doa iftitah dalam banyak ulasan disebut tidak termasuk satu di antara rukun sholat .
Atau perkara wajib dalam sholat , yang menentukan sah tidaknya sholat yang dikerjakan.
Adapun rukun - rukun sholat dirangkum dari laman Kemenag Sumsel yakni:
1 . Niat.
2. Takbiratul ihram .
3. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardlu. Boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
4. Membaca surat Al—Fatihah pada tiap-tiap raka'at.
5. Ruku' dengan thuma'ninah.
6. Itidal dengan thuma'ninah.
7. Sujud dua kali dengan thuma'ninah.
8. Duduk antara dua sujud dengan thuma'ninah.
9. Duduk tasyahhud akhir dengan thuma'ninah.
10. Membaca tasyahhud akhir.
11. Membaca shalawat Nabi pada tasyahhud akhir.
12.. Membaca salam yang pertama.
13. Tertib ; berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut.
Namun meskipun tak termasuk rukun sholat, dirangkum dari berbagai sumber lain seperti Rumaysho dan sebagainya, hukum membaca doa iftitah adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Bahkan jika memungkinkan tetap diupayakan membaca doa Iftitah saat sholat wajib ataupun sholat sunnah .
Lantaran hal tersebut diamalkan oleh Rasulullah SAW .
Hal itu satu di antaranya sebagaimana pendapat Imam Nawawi.
Demikianlah ulasan untuk membaca doa iftitah hukumnya wajib atau sunnah.
# Bacaan Doa Iftitah Sesuai Sunnah
Berikut beberapa di antara bacaan doa iftitah :
1. Alternatif Pertama
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ
ALtin:
ALLOHU AKBAR KABIIRO, ALLOHU AKBAR KABIIRO, ALLOHU AKBAR KABIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILAA, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILAA, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILA A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONI MIN NAFKHIHI, WA NAFTSHIHI, WA HAMZIH
Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan).” (HR. Abu Daud, bnu Majah dan Ahmad)
2. Alternatif ke dua
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Latin:
“ALLOHUMMA ROBBA JIBROO-IILA WA MII-KA-IILA WA ISROOFIILA, FAATHIROS SAMAAWAATI WAL ARDHI ‘ALIIMAL GHOIBI WASY SYAHAADAH ANTA TAHKUMU BAYNA ‘IBAADIKA FIIMAA KAANUU FIIHI YAKHTALIFUUN, IHDINII LIMAKHTULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI-IDZNIK, INNAKA TAHDI MAN TASYAA-U ILAA SHIROOTIM MUSTAQIIM
Artinya:
"Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki).” (HR. Muslim)
Semoga bermanfaat ya Sobat Tribun Pontianak sekalian. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News