Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 3 Juni Santo Karolus Lwanga
Kekristenan masih merupakan hal baru di Uganda, Afrika, ketika suatu misi Katolik dimulai di sana pada tahun 1879.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Dengan wafatnya Yosef Mkasa, Karolus Lwanga menjadi pemimpin guru agama dari para pelayan istana yang beragama Katolik.
Pada tanggal 26 Mei 1886, raja mendapati bahwa sebagian dari para pelayannya telah menjadi Katolik.
Ia memanggil Denis Sebuggwawo. Ia bertanya apakah Denis mengajarkan agama kepada pelayan-pelayan istana yang lain.
Denis menjawab ya. Raja segera menyambar pedangnya lalu menusukkannya dengan keji ke tenggorokan pemuda itu.
Kemudian, raja menyerukan bahwa tidak seorang pun diijinkan meninggalkan istana.
Genderang perang ditabuh sepanjang malam.
Dalam suatu ruangan tersembunyi, Karolus Lwanga secara sembunyi-sembunyi membaptis empat pelayan istana.
Seorang di antaranya adalah St. Kizito, seorang remaja periang serta murah hati yang baru berumur tiga belas tahun.
Dialah yang paling muda dalam kelompok mereka.
St. Karolus Lwanga telah seringkali menyelamatkan Kizito dari nafsu jahat raja.
Santo Karolus Lwanga bersama sebagian besar dari 22 martir Uganda dibunuh pada tanggal 3 Juni 1886.
Mereka dipaksa berjalan tiga puluh tujuh mil jauhnya (± 60 km) ke tempat pelaksanaan hukuman mati.
Setelah beberapa hari dipenjara, mereka dilemparkan ke dalam kobaran api.
Tujuh belas dari para martir tersebut adalah para pelayan istana.
Salah seorang yang wafat dihari naas tersebut adalah Santo Mbaga Tuzinde.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-3-Juni-Santo-Karolus-Lwanga.jpg)