Kebutuhan Hewan Qurban Capai 9000 Ekor, Kadisbun Kalbar Imbau Masyarakat Beli dari Zona Hijau

Saat ini untuk kebutuhan ternak qurban diakui Munsif masih didatangkan dari luar Kalbar seperti Madura dan Kalteng.

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Maskartini
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Munsif saat menghadiri Podcast di Studio Tribun Pontianak, Kamis 2 Juni 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Munsif mengimbau masyarakat membeli hewan qurban dari zona hijau. Saat ini sudah ada 9 Kabupaten yang melaporkan adanya kasus, sehingga dapat dipahami bahwa tidak semua kabupaten terpapar Penyakit Kulit dan Kuku (PMK). 

"Muslim yang ingin berqurban hendaknya mencari hewan ternak dari zona hijau. Kita sedang diskusikan bagaimana kemungkinan berqurban dengan cara yang lain, apabila harus ditampilkan ternak itu tentu perlu cara khusus yang harus kita sepakati pengamanannya. Sehingga selesai idul adha tidak terjadi ledakan kasus," ujarnya saat hadir dalam Podcast Tribun Pontianak, Kamis 2 Juni 2022.

Pada saat pencarian ternak kata Munsif ada potensi penyebaran yang luar biasa. Meski semua muslim ingin kemeriahan pada hari Raya Idul Adha namun alangkah baiknya adanya aturan khusus demi kebaikan bersama karena sedang dalam wabah. 

Sudah Tidak Ada Lagi Pasien Covid-19, Pelayanan RSUD SSMA Kota Pontianak Kini Kembali Normal

"Covid-19 saja kita diatur sedemikian rupa dengan aturan beribadah dan sebagainya. Ini yang kita coba, tapi masih belum final, masih kita diskusikan tetapi yang pasti MUI sudah mengeluarkan edaran dan melarang adanya hewan yang sakit karena secara syar'i harus sehat sempurna, itu tidak akan sukses kalau gerakan langkah penyebaran tidak kita pahami," ujarnya. 

Saat ini untuk kebutuhan ternak qurban diakui Munsif masih didatangkan dari luar Kalbar seperti Madura dan Kalteng.

"Trend tahun lalu kebutuhan sapi hampir 7000-8000-an. Normalnya naik 10-15 persen, jadi sekitar 9000. Stok di Kalbar masih disupport dari luar, biasanya didatangkan hingga 5000-an. Tapi karena wabah kita akan sangat selektif," ujarnya.

Memang hewan ternak menjadi kebutuhan masyarakat, namun kata Munsif jika tidak hati-hati dan bisa menambah beban daerah. Ada daerah tertentu kata dia yang masih di zona hijau. Namun ada daerah pemasok yang biasa mendatangkan sapi ke Kalbar berada di zona merah.

"Akan ada pengawasan yang sangat ketat, harus ada persetujuan dari kita yang diterbitkan oleh Gubernur yang didasarkan pertimbangan teknis," ujarnya.

Secara Nasional kasus PMK ada 174 dan di Kalbar tersebar di 18 Kecamatan dan tersebar di 33 desa.

"Seperti di Melawi baru saja dilaporkan. Namun demikian walaupun satu desa tentu ini menjadi konsen pimpinan daerah terkait jangan sampai menambah ke desa-desa lainnya dengan cara memahami karakter dan pemahaman bagaimana lalu lintas daerah satu dan lainnya," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved