Lion Air Ingatkan Penumpang Tak Menyimpan Barang Mewah di Bagasi Tercatat, Bawa ke Bagasi Kabin

"Barang berharga dibawa ke kabin, tidak disimpan ke bagasi yang didaftarkan atau tercatat," ujarnya saat dihubungi Tribunpontianak.co.id

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
Dok. Lion Air
Pesawat Lion Air Airbus 330-900 Neo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Supadio Pontianak membenarkan adanya penangkapan terhadap enam orang porter dari PT MCH salah satu ground handling yang menangani bagasi maskapai Lion Air.

Keenam porter tersebut diduga membobol koper dan mencuri barang berharga milik penumpang. Kejadian tersebut pernah terjadi pada tujuh tahun lalu tepatnya tahun 2014 dan 2015 lalu.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan salah satu tantangan bagi industri penerbangan adalah meningkatkan keamanan perjalanan sekaligus mempertahankannya.

Lion Air Group kata Danang melakukan lebih dari sekadar memperkuat aspek keamanan, senantiasa membuat transportasi udara aman, terjamin, efisien dan terjangkau.

Pembobolan Koper Penumpang, Suib Minta Keamanan di Bandara Ditingkatkan

Untuk itu, semua elemen di Lion Air Group bekerja tanpa henti guna mencapai tujuan.

Lion Air Group bersama anggota perusahaan (afiliasi) untuk divisi penerbangan menyampaikan secara konsisten tetap menjalankan kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan “safety campaign for fly confidently”.

Kampanye yang dimaksud menginformasikan karyawan dan penumpang tentang langkah-langkah kesehatan dan keselamatan ekstensif yang telah dilakukan agar mengikuti ketentuan untuk menjamin bahwa setiap penerbangan dengan Lion Air Group sesuai standar operasional prosedur, aman, sehat dan selamat.

Dalam mendukung dan mewujudkan hal tersebut, Lion Air Group melibatkan seluruh karyawan, awak pesawat, manajemen, para stakeholders berperan aktif.

Satu diantaranya kata Danang dengan memastikan barang mewah dibawa penumpang dan menggunakan bagasi kabin.

"Barang berharga dibawa ke kabin, tidak disimpan ke bagasi yang didaftarkan atau tercatat," ujarnya saat dihubungi Tribunpontianak.co.id Senin 30 Mei 2022.

Lion Air Group bangga dengan catatan standar keselamatan luar biasa yang telah dicapai melalui penerapan tindakan korektif atau pencegahan yang sesuai sebagai rekomendasi peningkatan kualitas operasional dan layanan.

"Sejalan menghadapi pergerakan lalu lintas penerbangan yang mulai tumbuh kembali, Lion Air Group tidak pernah puas. Untuk itu, seluruh pihak telah bekerja siang dan malam bersama penumpang, pilot, teknisi, awak kabin, petugas layanan darat (ground staff) dan pejabat pemerintah dalam menciptakan penerbangan lebih aman," ujarnya.

Melalui “safety campaign for fly confidently” Lion Air Group terus memperbarui dan mendidik (refreshment) tentang
industri penerbangan dan cara kerjanya, serta menjawab pertanyaan tentang keselamatan penerbangan.

1. Menunjukkan identitas asli, sah dan valid sesuai penumpang yang berangkat. Segala bentuk penipuan dan atau pemalsuan identitas (KTP/ SIM. Lainnya) adalah perbuatan melangar hukum.

Setiap pelanggarakan akan dikenakan sanki hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved