Perkuat Pendamping Keluarga, Bidang KB Kayong Utara Laksanakan Orientasi kepada Kader
Kegiatan ini, akan terlaksana pada 5 titik kecamatan hingga 6 Juni mendatang yang menjangkau hingga Desa Kemboja Kecamatan Pulau Maya.
Penulis: Zulfikri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara melalui Bidang Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana telah melakukan Orientasi kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) Se-Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.
60 kader yang terbagi dalam dua tim perdesa tersebar pada 10 Desa yang ada di Kecamatan Sukadana, mengikuti kegiatan tersebut.
Mengenai hal tersebut, Ahmad Saufi Tim Technical Assistant Satgas Stunting Kabupaten Ketapang dan KKU BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, memastikan
berjalan sesuai sasaran yakni keluarga prioritas terdata dan memperoleh mamfaat layanan secara maksimal.
• Adakan Open Chess Tournament, Percasi Kayong Utara Cari Bibit Atlet Catur
"Keluarga menjadi sasaran utama dalam mendapatkan intervensi, kita sebagai tim satgas terus melakukan komunikasi, koordinasi, pendampingan serta ruang konsultasi efektif dengan multi sektor,” terang Saufi, Jumat 27 Mei 2022.
Lebih lanjut, orientasi kali ini berupaya untuk penguatan bagi tim pendamping keluarga dalam memahami cakupan kerja lapangan dan hal teknis lainnya.
"Elsimil adalah sebuah aplikasi yang didesain untuk calon pengantin yang berfungsi untuk pendampingan dan pencegahan stunting,” ujarnya.
“Dalam Aplikasi ini ada ruang percakapan antar sesama tim yang bisa mendeteksi tantangan kerja dilapangan dan solusinya,” tambah Saufi.
Kegiatan ini, akan terlaksana pada 5 titik kecamatan hingga 6 Juni mendatang yang menjangkau hingga Desa Kemboja Kecamatan Pulau Maya.
Kemudian, Satgas stunting juga memastikan para kader memahami tugas pokok dalam melakukan pendampingan kepada keluarga yang dianggap beresiko stunting.
"Tersedia form yang menjadi pegangan kader TPK dan banyak sekali indikator pengukurannya. Kader TPK harus dengan cermat melakukan pendataan karena ini sangat mempengaruhi intervensi kedepannya,” tukasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News