Doa Katolik
Orang Kudus Katolik Santo Paus Gregorius VII Perayaan 25 Mei
Gregorius VII adalah paus kita yang ke-157. Sebelum menjadi paus namanya adalah Hildebrand. Ia dilahirkan di Italia sekitar tahun 1023.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
“Mereka membawaku ke tahta suci,” demikian ditulisnya kelak.
“Protes-protesku tidak mereka hiraukan.
Kegentaran memenuhi hatiku dan kegelapan sepenuhnya melingkupi aku".
Sebagai paus, Hildebrand memilih nama Gregorius VII.
Masa itu sungguh merupakan masa gelap bagi Gereja Katolik.
Para raja dan kaisar ikut campur dalam urusan-urusan gereja.
Mereka menetapkan orang-orang yang mereka inginkan menjadi para uskup, kardinal dan bahkan paus.
Banyak dari antara mereka yang ditetapkan itu bukanlah orang-orang yang baik.
Mereka memberikan teladan yang buruk bagi umat.
Hal pertama yang dilakukan St. Gregorius adalah melewatkan beberapa hari lamanya dalam doa.
Ia juga meminta yang lain untuk berdoa baginya.
Ia sadar bahwa tanpa doa tak ada sesuatu pun yang dapat diselesaikan dengan baik bagi Tuhan.
Sesudah itu, ia mulai bertindak dengan memperbaiki pelayan-pelayan gereja.
Ia juga mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menghindari campur tangan negara dalam masalah Gereja.
Hal ini amatlah sulit mengingat para penguasa semuanya menentang perubahan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-Santo-Paus-Gregorius-VII-Perayaan-25-Mei.jpg)