Hati-hati Ulah Komplotan Penipu Berkedok Wartawan Tribunnews.com

Pelaku --seorang perempuan –menggunakan telepon seluler menghubungi korban melalui video call aplikasi komunikasi sosial. Ia menggunakan aplikasi Snap

Editor: Ishak
TRIBUNNEWS
News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat 20 5 2022 lalu. Ia mengingatkan publik untuk berhati-hati terhadapm oknum yang melakukan penipuan dengan Berkedok Wartawan Tribunnews.com . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Hati-hati, komplotan penipu yang mencatut nama Redaksi Tribun Network dan berpura-pura sebagai reporter Tribunnews.com atau TribunJakarta.com, telah memeras sejumlah orang.

Modusnya, pelaku mengaku sebagai wartawan Tribunnews.com, menelepon seseorang lalu seolah-olah mengonfirmasi berita asusila, tapi ujung-ujungnya meminta uang alias memeras.

“Kami meminta masyarakat agar mewaspadai tindakan orang per orang, atau mungkin sindikat, mencatut nama media Tribunnews.com untuk menipu dan memeras,"

"Kami pastikan ini tindak kejahatan oleh orang luar, yang merusak citra media Tribun Network,”ujar News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat 20 Mei 2022 lalu.

GM Business Tribun Pontianak Berkunjung ke Harris Hotel Pontianak Sembari Nikmati Spot Baru

Menurut Febby Mahendra Putra , wartawan Tribun Network dapat dipastikan bekerja secara professional.

Tribun Network mengelola media cetak maupun media online, tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data, hingga April 2022, terdapat 1.411 wartawan, yang tersebar di 471 kabupaten kota se-Indonesia.

“Mereka bekerja profesional berdasarkan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan standar nilai-nilai keutamaan perusahaan Kompas Gramedia, sebagai induk perusahaan Tribun Network,” kata Febby.

Bincang Spesial Tribun Bersama Yohanes Ontot Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Sanggau

Diungkapkan, manajemen Tribun Network menerima banyak keluhan dan aduan terkait penipuan dan pemerasan mencatut nama Tribunnews.com.

Pelaku, diduga merupakan sebuah komplotan.

Pelaku --seorang perempuan –menggunakan telepon seluler menghubungi korban melalui video call aplikasi komunikasi sosial.

Ia menggunakan aplikasi Snapchat dan Whatsapp.

Setelah komunikasi tersambung, dan terjadi pembicaraan melalui video call, tiba-tiba si perempuan menanggalkan pakaiannya.

Ketika korban masih berkomunikasi sambil melihat layar, pelaku dan komplotannya merekam hasil tangkap layar (screenshot).

Komunitas Xing Fu Insan Bahagia Berbagi Kepada Pengecer Tribun Pontianak

Hasil tangkapan layar, tampak wajah korban sedang melihat perempuan tanpa busana .

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved