Apakah Petai Bisa Menyebabkan Asam Urat karena Mengandung Purin ?

Petai adalah biji-bijian berbentuk pipih dan berwarna hijau yang sering disandingkan dengan sambal dalam hidangan Nusantara.

Editor: Jimmi Abraham
KOMPAS.COM/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi petai. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Petai adalah biji-bijian berbentuk pipih dan berwarna hijau yang sering disandingkan dengan sambal dalam hidangan Nusantara.

Petai memiliki aroma yang khas.

Kendati beberapa orang tidak menyukainya, petai atau Parkia speciosa ini mengandung banyak nutrisi untuk kesehatan.

Sejatinya, makanan apapun yang diklaim sehat bisa membawa dampak buruk jika dikonsumsi berlebihan, termasuk petai.

Satu diantara dampak buruk mengonsumsi biji-bijian ini berlebihan, yaitu meningkatkan risiko penyakit asam urat. 

Recolfar untuk Asam Urat Bolehkah ?

Petai mengandung zat purin, yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh.

Bila kadar asam urat terlalu tinggi, gejala asam urat seperti nyeri sendi bisa terjadi.

Oleh karena itu, jika kamu atau orang terdekat ada yang memiliki riwayat penyakit asam urat dan nyeri sendi, sebaiknya jangan konsumsi biji-bijian ini berlebihan, ya.

Selain itu, menurut studi pada 2014 yang dipublikasikan di International Medical Case Report Journal mengungkapkan, kandungan asam jengkolat pada petai dapat menyebabkan ureter (saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih) tersumbat. 

Ilustrasi petai.
Ilustrasi petai. (SHUTTERSTOCK)

Allopurinol 100 Mg Obat Apa ? Benarkah Allopurinol Obat Asam Urat di Apotik ?

Manfaat Petai untuk Kesehatan Jika Dikonsumsi dalam Jumlah Wajar

Dilansir Halodoc, mengonsumsi petai berlebihan dapat meningkatkan risiko kambuhnya asam urat, dan mungkin tidak baik untuk orang yang memiliki kondisi medis tertentu.

Namun, bisa dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, biji-bijian ini punya manfaat yang cukup banyak untuk kesehatan, lho. Berikut ini di antaranya:

1. Baik untuk Ginjal

Menurut studi yang dipublikasikan di Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, petai merupakan tanaman yang tinggi kandungan antioksidan, terutama quercetin dan fenolik.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved