Doa Katolik
Orang Kudus Katolik Santa Agatha Kim A-gi Perayaan 24 Mei
Pada masa itu, ajaran Katolik dianggap sebagai ajaran sesat setelah kejadian pada tahun 1791, ketika Paulus Yun Chi-ch’ung membakar tablet berhala.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
“Hanya ada satu yang menguasai seluruh dunia.
Yaitu Kristus. Sekarang waktunya bagi kamu untuk bangun dari kegelapan untuk belajar dan menjalankan kebenaran.”
Melalui saudarinya itu , Agatha mulai merasakan kerinduan untuk mengenal Kristus.
Ia lalu memutuskan mengikuti katakese agar dapat dibabtis menjadi seorang katolik.
Meski sadar akan penganiayaan yang dialami oleh umat Katolik di masa itu, namun ia siap menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi.
Agatha memang terlambat mengenal iman Katolik namun setelah dia memulainya, dia bertumbuh dengan cepat dan penuh bersemangat.
Selama masa katakese, Agatha tidak terlalu menonjol. Ia dianggap lamban karena walau telah berusaha sangat keras, namun ia tetap saja tidak dapat melafalkan doa-doa dasar (yang pada masa itu masih diucapkan dalam bahasa Latin).
Dikalangan umat Katolik Korea, Agatha dikenal sebagai seorang wanita yang tidak tahu apa-apa kecuali melafalkan nama “Yesus, Maria” dengan penuh iman.
Pada bulan September 1836 Santa Magdalena Kim Ob-i dan Santa Barbara Han A-gi ditangkap bersama-sama.
Tidak diketahui dengan pasti apakah Santa Agatha Kim A-gi juga ditangkap saat bersama mereka atau di rumahnya sendiri.
Dalam suatu kejadian, mereka bertiga dibawa ke penjara bersama-sama.
Di penjara mereka berkumpul bersama beberapa umat Katolik yang telah ditangkap duluan.
Mereka adalah Santo Damianus Nam Myong-hyok yang ditahan dengan tuduhan menyembunyikan jubah Uskup, Santo Petrus Kwon Tug-in yang dituduh menjual salib dan gambar-gambar suci, Santa Anna Pak A-gi yang tetap berada di penjara walaupun suami dan anaknya telah murtad, dan Santa Agatha Yi, kakak perempuan dari Santo Petrus Yi Ho-yong.
Diantara umat beriman ini, orang pertama yang diinterogasi adalah Anna Pak A-gi.
Walaupun telah menjalani siksaan yang hebat, namun imannya tidak tergoyahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-Santa-Agatha-Kim-A-gi-Perayaan-24-Mei.jpg)