Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 20 Mei Beata Maria Crescentia Perez
Maria Angelica Perez lahir pada tanggal 17 Agustus 1897 di San Martin, Buenos Aires, Argentina dalam sebuah keluarga petani imigran Spanyol.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beata Maria Crescentia Perez merupakan Orang Kudus Katolik 20 Mei.
Maria Angelica Perez lahir pada tanggal 17 Agustus 1897 di San Martin, Buenos Aires, Argentina dalam sebuah keluarga petani imigran Spanyol yang sangat bersahaja.
Kedua orang tuanya, Agustino Perez dan Ema Rodriguez, adalah anggota gereja katolik yang saleh.
Mereka membesarkan Maria Angelica bersama enam orang saudaranya dengan cara katolik, dengan penuh iman, cinta, dan rasa hormat terhadap sesama.
• Orang Kudus Katolik 20 Mei Santo Bernardinus dari Siena
Pada usia delapan belas tahun, Maria Angelica masuk biara konggregasi susteran Daughters of Our Lady of the Garden.
Setelah menjalani pendidikan selama setahun, ia mengucapkan kaul hidup membiara pada bulan September 1916 dan menggunakan nama Maria Crescencia.
Sebagai seorang biarawati, suster Maria Crescencia senantiasa berusaha melayani Tuhan cara terbaik yang bisa ia lakukan.
Dia mengagumi St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus dan sangat terinspirasi oleh kehidupan rohani biarawati karmel tersebut.
Pada tahun 1924 suster Maria Crescentia ditugaskan sebagai perawat di Sanatorium (Rumah sakit Khusus untuk penderita Tuberkolosis) di Mar del Plata Argentina.
Pada masa itu, TBC atau Tuberkolosis adalah momok dalam dunia kesehatan.
Penyakit yang mudah menular ini belum ditemukan obatnya dan setiap orang yang terjangkit penyakit ini dapat dipastikan akan meninggal.
Tanpa mengenal takut, suster Maria Crescentia bekerja merawat para pasien TBC di Sanatorim tersebut.
Ia juga mengajar agama, memimpin ibadat, dan memberikan pengiburan rohani bagi para penderita TBC yang telah terbuang dari masyarakat.
Tidak sekalipun ia mengeluh, meskipun ia kerap harus melaksanakan begitu banyak pekerjaan akibat minimnya tenaga medis yang bersedia ditempatkan disitu.
Setelah dua tahun melayani para pasien tuberkolosis, hal yang dikhawatirkan pun terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-20-Mei-Beata-Maria-Crescentia-Perez.jpg)