Konjen RI : Aktifitas Lalu Lintas Orang dan Kendaraan Pribadi Sudah Diizinkan Melintas Perbatasan
Harapan dari pihak Sarawak menurutnya agar Indonesia bisa segera menormalisasi atau mengaktivasi kerja sama perdagangan dari sisi Kalbar dan Sarawak.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Sarawak, Malaysia, Raden Sigit Witjaksono, beserta jajaran, beraudiensi ke Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, di Ruang Kerja Kantor Gubernur Kalbar, Kamis 19 Mei 2022.
Usai pertemuan tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Sarawak, Malaysia, Raden Sigit Witjaksono berharap lintas barang yang hingga saat ini belum diaktifkan, bisa segera dibuka. Hal ini dinilai sangat potensial bagi kedua negara.
"Harapan dari Sarawak yakni kita bisa segera mengaktivasi dan normalisasi kerjasama perdagangan," ujar Sigit Witjaksono.
Dikatakannya ada dua pintu perbatasan yang harus diperbaiki dan dilengkapi dengan CIQS, serta perlu ada pembenahan di PLBN Aruk.
• Terima Audiensi Konjen RI, Sutarmidji Singgung Terkait Pos Imigrasi di Perbatasan
"Semua pihak harus bersatu padu untuk melengkapi PLBN yang saat ini masih belum terbuka. Gubernur Kalbar juga menyampaikan potensi ekonomi Kalbar dan kerjasama perdagangan yang cukup besar," jelasnya.
Sigit mengatakan pembukaan PLBN secara bertahap dimulai dari PLBN Entikong sejak 15 April 2022 yang mengizinkan lalu lintas manusia dan kendaraan pribadi. Hal yang sama juga diterapkan di PLBN Aruk.
Dikataknnya sejauh ini memang untuk lalu lintas barang atau ekspor-impor yang masih belum berjalan, Sigit berharap bisa segera kembali beroperasi.
Sampai saat ini dikatakan dia komoditas perdagangan antar dua sisi negara bertetangga ini belum dimulai. Padahal sebelum pandemi hal ini disebutkan dia sangat potensial.
Harapan dari pihak Sarawak menurutnya agar Indonesia bisa segera menormalisasi atau mengaktivasi kerja sama perdagangan dari sisi Kalbar dan Sarawak.
"Dan Pak Gubernur tadi juga menyampaikan sejumlah hal yang menjadi potensi ke depannya. Sekaligus juga menyampaikan beberapa hal yang perlu pembenahan ke depannya terkait dengan pintu-pintu perbatasan," ujarnya.
Maka dari itu menurutnya perlu langkah-langkah bersama yang saling terintegrasi antara pihak-pihak terkait.
“Mudah-mudahan yang kita dorong, sekali lagi mengawal lalu lintas orang supaya lebih aman dan lancar. Lalu lintas barang kita harapkan segera bisa dipersiapkan dan kemudian kendaraan yang sekarang baru pribadi, kendaraan umum izin trayek perlu diaktivasi kembali," harapnya.
Secara bertahap dikatakan Sigit semua aspek dipersiapkan untuk menuju normalisasi seperti sebelum pandemi. Meski tetap aspek kesehatan harus diperhatikan sesuai dengan protokol dan aturan yang berlaku.
“Kami harap secepatnya (lalu lintas barang), artinya karena kebetulan sudah ada. Ada kemuingkinan di bulan ini ada semacam uji coba pengiriman pertama dalam satu truk dari kita (Kalbar), yaitu berupa gula apong (gula aren), mudah-mudahan kalau trial ini berhasil bisa mengawali lalu lintas komoditi perdagangan,"pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News