Wabup Fahrur Rofi Resmikan Pondok Quran Al-Barakah Pemangkat, Harapan Tekan Tindak Asusila di Sambas
“Hari ini saya melihat ramai anak kecil, dalam hati saya masih ada harapan, jika ada anak kecilnya maka ada harapan. Jadi mengapa, karena alhamdulilla
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi menghadiri peresmian Pondok Pesantren Quran Al-Barakah, Jalan Penjajab Timur, Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu 18 Mei 2022.
Pada kesempatan itu Fahrur Rofi memberikan sambutan sekaligus melakukan peresmian surau dan soft launching Baitul Mal Surau Haunan Pondok Quran Al-Barakah Pemangkat.
“Hari ini, yang bahagia karena kita masih dalam bulan Syawal, saya mengucapkan minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Mungkin banyak salah perkataan dan perbuatan saya terkena ke hati masyarakat, saya meminta pintu maaf sebesar besarnya,” kata Fahrur Rofi dalam sambutan.
Fahrur Rofi mengatakan senang melihat kehadiran anak-anak dan remaja dalam acara peresmian pondok Quran itu. Sebab kata dia, karena dengan kehadiran anak-anak maka artinya masa depan masih ada harapan.
“Hari ini saya melihat ramai anak kecil, dalam hati saya masih ada harapan, jika ada anak kecilnya maka ada harapan. Jadi mengapa, karena alhamdulillah kita tahun kemarin ada peningkatan prestasi. MTQ kita nomor 10 di bawah Singkawang, Landak, Bengkayang, tahun kemarin naik menjadi nomor enam,” ujarnya.
• Warga Sambas Tanam Pohon Pisang di Jalan Pembangunan yang Rusak
Namun dengan prestasi itu, kata dia Kabupaten Sambas juga nomor satu dalam kasus asusila. Problem itu harus menjadi fokus gerakan bersama untuk menekan kasus tindak asusila di Kabupaten Sambas.
“Kemudian ada juga nomor satu kita, prestasi yang seharusnya kita malu dan harus kita sebutkan. Kita nomor satu tingkat asusila di Kalimantan Barat, nauzubillah min zalik, ini membuat kita malu bersama,” jelasnya.
Dia mengatakan, niat peresmian Pondok Quran Al-Barakah sangat bagus dan menjadi harapan agar kasus asusila bisa ditekan.
“Dengan kegiatan ini sangat bagus sekali untuk mendirikan pondok penghafal quran menjadi harapan kita. Kita bisa menurunkan dari nomor satu asusila, menjadi turun,” terangnya.
Menekan kasus asusila adalah tanggung jawab kita bersama sebagai umat. Kata dia, bukan hanya tugas TNI dan Polri, bukan pula hanya tugas pemda tetapi tanggung jawab umat.
“Melalui program gerbang kartiasa juga, kita pemda sudah ada konsep dan finishing kita siapkan gerbang kartiasa, harapannya kita mengajarkan anak anak kita, nanti disinergikan dan bisa berjalan beriringan,” tuturnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News