Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Sungai Sambas Besar
Bayu menyampaikan angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi kemarin diakibatkan oleh downdraft dari awan Cumulonimbus.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Baru-baru ini terjadi angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Sungai Sambas Besar khususnya di sekitar Penyeberangan Tebas Kuala - Perigi Piyai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Prakirawan Cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Kalimantan Barat, Bayu Santoso menjelaskan jika dipantau dari citra satelit kondisi gelombang kuat yang sempat terjadi di Penyeberangan Kuala Tebas - Perigi Piyai terdapat awan Cumulonimbus (Cb)
"Jika dilihat dari citra satelit, kondisi perawanan di sekitar wilayah Sambas khususnya wilayah penyeberangan Tebas - Perigi Piyai terdapat pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb), Kamis 12 Mei 2022 mulai pukul 13.00 WIB,” katanya, Jumat 13 Mei 2022.
Bayu menerangkan dimana pertumbuhan awannya terus berlanjut hingga sekitar pukul 19.00 WIB mulai meluruh. Awan Cb adalah jenis awan konvektif yang memiliki 3 fase yaitu fase tumbuh, matang dan punah.
• Tanggapi Aturan PTM Terbaru SKB 4 Menteri, Kadisdik Sambas Sebut Aturan Mesti Jadi Pedoman
Pada fase tumbuh merupakan fase awal terbentuknya awan Cumulonimbus ini saat massa udara bergerak ke atas.
"Selanjutnya fase matang biasanya ditandai dengan bentuk awan yang menjulang tinggi seperti kol dan terlihat adanya landasan (bagian mendatar) di puncak awan,” jelasnya.
Bayu bilang pada fase ini terdapat gerakan udara naik (updraft) dan udara turun (downdraft) di awan cb. Adapun fase terakhir atau fase punahnya awan Cumulonimbus. Pada saat ini sudah tidak ada lagi pasokan udara lagi dari bawah.
Bayu Santoso mengatakan kemungkinan besar kejadian tersebut akibat angin kencang dari awal Cb. “Kemungkinan besar itu adalah akibat dari angin kencang dari awan Cb akibat udara turun tadi (downdraft), karena sampai ke permukaan bumi dikenal dengan sebutan microburst,” ujarnya.
Ciri lainnya, jelasnya, adalah arah angin hanya pada satu arah horizontal saja. Angin kencang dari awan Cb itulah yang menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di Penyeberangan Tebas Kuala-Perigi Piyai kemarin.
Bayu menyampaikan angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi kemarin diakibatkan oleh downdraft dari awan Cumulonimbus.
"Mungkin lebih lengkapnya terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi kemarin adalah akibat udara turun (downdraft) dari awan Cumulonimbus yang mencapai permukaan bumi yang dikenal dengan istilah microburst," harapnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sambas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bmkggelombang.jpg)