Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 12 Mei Santa Theodora dari Terracina

Pada tahun 96, Santa Theodora dari Terracina bersama saudari angkatnya Santa Flavia Domitila dan Santa Eufrasina dibuang ke pulau Ponza.

Youtube iKatolik
Ilustrasi Orang Kudus Katolik 12 Mei Santa Theodora dari Terracina. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan Orang Kudus Katolik 12 Mei.

Orang kudus Katolik pada 12 Mei merayakan Santa Theodora dari Terracina.

Pada tahun 96, Santa Theodora dari Terracina bersama saudari angkatnya Santa Flavia Domitila dan Santa Eufrasina dibuang ke pulau Ponza karena ketahuan menjadi orang Kristen.

Dua orang mantan pengawal santa Flavia Domitilla yang juga telah menjadi Kristen, yaitu Santo Akhilles dan Santo Nereus ikut menjalani pembuangan bersama mereka.

Beberapa waktu kemudian Santa Flaviana Domitila, Santa Eufrasina, Santa Theodora serta Santo Akhilles dan Santo Nereus ditawari kebebasan dan dapat pulang ke Roma apabila mau meninggalkan iman Kristen.

Orang Kudus Katolik 12 Mei Santo Pankrasius Martir Muda Gereja Perdana

Mereka menolak. Karena itu para pahlawan iman ini disiksa dengan keji lalu dihukum mati dengan cara dipenggal.

Ia mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantarnya menjadi kudus.

Bagaimana Menjadi Orang Kudus?

Disadur dari imankatolik, orang-orang Kudus, terdiri dari tua-muda, rohaniawan/wati, bapa-ibu, perawan-janda, raja-rakyat jelata, cendekiawan-orang tidak berpendidikan, yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan budaya.

Bunda Gereja yang kudus dibawah bimbingan Roh Kudus secara resmi menyebut dan menyatakan mereka “Orang-Orang Kudus”, baik sebagai ‘Beato-Beata’ atau ‘Santo-Santa’.

Pernyataan resmi Gereja itu diawali dengan suatu proses penelitian yang panjang dan teliti, yang disebut Beatifikasi dan kanonisasi hingga akhirnya disetujui oleh Takhta Suci.

Prosedur untuk menetapkan calon santo-santa di mulai tahun 1234, di prakarsai oleh Paus Gregorius IX dan Kongregasi Ritus yang diberi wewenang untuk mengawasi keseluruh prosesnya (Kongregasi Ritus dan terbentuk mulai tahun 1588, oleh Paus Sixtus V),

Apabila seorang yang telah meninggal dunia dan “dianggap martir” atau “dianggap kudus” maka biasanya Uskup Diosesan yang memprakarsai proses penyelidikan.

Dimana salah satu unsur penyelidikan adalah apakah suatu permohonan khusus atau mukjizat telah terjadi melalui perantaraan calon santo-santa yang bersangkutan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved