Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 6 Mei Santo Dominikus Savio

Orang kudus Katolik pada 6 Mei merayakan Santo Dominikus Savio. St. Dominikus Savio adalah santo pelindung remaja, khususnya remaja putra.

Tayang:
katakombe.org
Orang Kudus Katolik 6 Mei Santo Dominikus Savio. 

Demikianlah, bulan Oktober 1854, pada usia dua belas tahun, Dominikus diterima sebagai murid di Oratorio St. Fransiskus dari Sales di Turin.

Di Oratorio, Dominikus dikenal oleh teman-teman serta para gurunya sebagai seorang anak yang periang, ramah, serta teliti.

Walaupun masih anak-anak, ia dikaruniai Tuhan karunia-karunia rohani yang jauh melebihi usianya: mengenali mereka yang membutuhkan pertolongan, mengenali kebutuhan rohani orang-orang di sekitarnya, serta dikarunia kemampuan untuk bernubuat.

Dominikus memperoleh kasih sayang serta hormat dari teman-temannya dan juga dari para imam.

Dominikus tidak suka memaksakan kehendaknya serta tidak suka menonjolkan pendapat pribadinya, tetapi ia tidak akan takut untuk menentang segala yang salah dan selalu dapat memberikan alasan mengapa suatu tindakan dianggapnya salah.

Suatu ketika, Dominikus secara tidak sengaja mendengarkan rencana dua orang temannya yang hendak berkelahi dengan saling melempar batu.

Dominikus berusaha sebaik-baiknya berbicara dengan mereka untuk membatalkan pertarungan yang berbahaya itu.

Namun demikian, tampaknya tidak ada lagi yang dapat membujuk kedua anak itu untuk mengurungkan niat mereka.

Bisa saja Dominikus melaporkan mereka kepada guru mereka, tetapi ia pikir hal itu hanya akan menunda perkelahian tanpa menyelesaikan masalah.

Dominikus berhasil membujuk kedua temannya itu untuk menerima satu syarat rahasia darinya, yang akan dikatakan Dominikus sesaat sebelum perkelahian dimulai.

Maka, pergilah Dominikus dengan kedua temannya itu.

Ia membantu mereka mengumpulkan batu-batu guna persiapan perkelahian.

Ketika semuanya sudah siap, Dominikus mengacungkan sebuah salib kepada mereka seraya berkata,

“Kalian berdua, sebelum kalian berkelahi, pandanglah salib ini dan katakanlah, `Yesus Kristus tidak berdosa dan Ia wafat dengan memaafkan pembunuh-pembunuh-Nya. Saya seorang berdosa, dan saya hendak menyakiti Yesus dengan tidak memaafkan musuh-musuh saya.' Setelah berkata demikian, terlebih dahulu lemparkanlah batu pertama kalian kepadaku. Itulah persyaratanku.”

“Tetapi Dominic, kamu tidak pernah menyakiti aku atau pun bersalah kepadaku. Kamu adalah temanku,” protes mereka.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved